Diduga Gelapkan Uang Setoran Nasabah Rp. 60 Juta, Oknum Mantri Bank BRI Ditangkap Polisi

0
24

BengkuluKito.Com, – Seorang oknum Mantri Bank BRI Unit Betungan berinisial BGP (32) ditangkap Direktorat Reskrimum Polda Bengkulu, lantaran diduga menggelapkan uang setoran para nasabah untuk kepentingan pribadi.

Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno, mengungkapkan penggelapan uang setoran pelunasan Kredit Usaha Rakyat (KUR) tersebut terjadi sekira tahun 2019.

“Jadi pas pergantian kepala unit melakukan evaluasi sistem kinerja pegawai BRI, dari hasil evaluasi yang dilakukan ditemukan banyaknya tunggakan pembayaran kredit dari nasabah yang menjadi binaan,” terangnya, Senin (29/3/2021).

Setelah evaluasi yang dilakukan, kata Sudarno, Kepala Unit kemudian melapor ke bagian Asisten Manager Bisnis Mikro (AMBM) yang ada di Bank BRI Cabang Bengkulu untuk dilakukan special audit.

Dari hasil audit tersebut diketahui bahwa benar telah terjadi penyalagunaan uang setoran pelunasan kredit yang dilakukan tersangka BGP selaku mantri KUR/Account Officer (AO) dari beberapa nasabah KUR Bank BRI Unit Betungan.

“Uang yang digelapkan tersangka lebih kurang sebesar Rp. 60.280.000,” sampainya.

Ia menuturkan, modus yang digunakan tersangka dalam melakukan aksinya dengan cara menerima uang untuk pelunasan KUR dari beberapa nasabah yang merupakan nasabah binaannya.

Sebagai tanda bukti penerimaan setoran, lanjut Kabid Humas, tersangka memberikan bukti slip setoran pelunasan yang di dalamnya terdapat tanda tangan nasabah.

Dalam slip setoran tersebut berisi nominal pelunasan dan juga paraf tersangka, setelah para nasabah menyerahkan uang pelunasan kredit, selanjutnya mengembalikan dokumen yang menjadi agunan/jaminan dalam kredit tersebut.

Akan tetapi, uang pelunasan pembayaran kredit yang telah diserahkan para nasabah tersebut tidak disetorkan/diserahkan ke Bank BRI Unit Betungan melainkan dipergunakan untuk kepentingan pribadi.

Sedangkan sepengetahuan para nasabah, kewajiban bayar atas kredit di Bank BRI Unit Betungan dianggap selesai dengan adanya bukti berupa slip setoran dan telah menerima kembali agunan yang menjadi jaminan kredit.

“Tersangka kami jerat dengan Pasal 49 Ayat (1) huruf b dan/atau Pasal 49 Ayat (2) huruf b UU RI Nomor 10 Tahun 1998 tentang perubahan UU RI No 7 Tahun 1992 Tentang Perbankan,” demikian Kabid Humas Polda Bengkulu. (JR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here