Miliki Senjata Api Rakitan Jenis Revolver, Oknum ASN di Rejang Lebong Ditangkap

0
26

BengkuluKito.Com, – Seorang oknum ASN di Kabupaten Rejang Lebong (RL) berinisial FE (30) warga Kelurahan Dusun Curup Kecamatan Curup Utara ditangkap personil Sat Reskrim Polres RL karena memiliki senjata api rakitan (Senpira) jenis revolver tanpa izin atau ilegal.

Kasat Reskrim Polres Rejang Lebong, AKP Rahmat Hadi Fitrianto mengungkapkan, FE ditangkap setelah diserahkan oleh Intel Kodim 0409/RL, yang sebelumnya dilaporkan oleh istrinya kepada pihak Kodim.

“FE ini sebelumnya diamankan oleh tim dari unit Intel Kodim 0409/Rejang Lebong pada Kamis pagi (18/3/2021), baru setelah itu diserahkan ke Polres Rejang Lebong,” terang Kasat Reskrim, Minggu kemarin (21/3/2021).

Dijelaskannya, penangkapan terhadap FE berawal setelah FE terlibat keributan dengan istrinya.

Pada saat ribut, FE sempat menembakkan senjata api tersebut ke udara dan didengar oleh warga sekitar.

Takut dengan hal yang tak diinginkan, istri FE langsung melaporkan kejadian tersebut ke Makodim 0409/Rejang Lebong.

Mendapat laporan tersebut, unit Intel Kodim 0409/Rejang Lebong langsung mendatangi rumah FE dan berhasil mengamankan satu pucuk senjata api rakitan bersama tiga butir amunisi kaliber 9mm yang masih aktif.

“Total amunisi yang dimiliki FE empat amunisi, namun satu sudah ditembakkan dan tinggal tiga peluru lagi yang masih aktif,” jelasnya.

Kasat Reskrim menuturkan, setelah diserahkan pihak Kodim kepada Polres, tersangka FE telah dilakukan pemeriksaan mendalam untuk mengetahui dari mana asal Senpira yang didapat tersebut dan telah berapa lama.

Dari pemeriksaan yang dilakukan penyidik, kata dia, FE mengaku telah memiliki senjata api rakitan tersebut sekitar satu tahun.

“Pengakuan FE, ia dapatkan dari seseorang. Namun siapa dan kapan tepatnya ia sudah tidak ingat lagi, Senpi rakitan ini ia miliki dengan alasan untuk jaga-jaga saja,” ungkap Kasat Reskrim.

Ditambahkannya, tersangka FE akan dijerat Pasal 1 Ayat (1) Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, dengan ancaman pidana hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya dua puluh tahun. (JR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here