BNNP Bengkulu Ringkus 2 Pengedar Sabu

0
35

BengkuluKito.Com, – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bengkulu meringkus dua orang pria pengedar Narkoba jenis sabu, di dua lokasi terpisah.

Pengungkapkan berawal dari informasi masyarakat terkait dugaan maraknya transaksi Narkoba di kawasan Simpang Kandis Kota Bengkulu.

Berdasarkan informasi tersebut, pada Jum’at (19/3/2021) sekira pukul 02.00 dinihari, Tim Pemberantasan BNNP menangkap seorang tersangka berinisial DBA (36), dan mendapati 4 paket narkotika jenis sabu dan satu unit handphone.

Hasil penyidikan terhadap tersangka DBA, paket sabu itu ia beli dari seorang pengedar berinisial HYS di wilayah Kepahiang senilai Rp. 4 Juta.

Petugas BNNP kemudian kembali melakukan penangkapan terhadap tersangka HYS (33), di jalan lintas Kepahiang – Bengkulu di Kelurahan Mandi Angin Pasar Kepahiang.

“Dari penangkapan saudara DBA itu kita kembangkan, lalu kita mendapatkan saudara HYS,” ungkap kepala BNNP Bengkulu, Brigjen Pol Toga H Panjaitan, saat memberikan keterangan pada awak media di Kantor BNNP Bengkulu, Senin (22/3/2021).

Penangkapan itu, kata Toga, sempat mendapat perlawanan dari tersangka HYS, yang berupaya melarikan diri dengan menabrakan mobil yang dikendarainya, ke mobil tim BNNP.

“Terjadi perlawanan, di dalam mobil yang bersangkutan tidak mau keluar. Akhirnya anggota melakukan tindakan paksa untuk mengeluarkan yang bersangkutan dan berhasil,” terang Toga.

Dari penangkapan itu, tim BNNP menemukan 10 paket narkotika jenis sabu di dalam mobil jenis Toyota Calya, dengan nomor polisi BD 1145 CW yang dikendarai tersangka.

“Saat digeledah di dalam mobil didapat barang bukti sebanyak 10 paket siap edar senilai Rp. 5 juta, timbangan digital dan handphone,” jelas Toga.

Dia menerangkan, dua tersangka yang diringkus ini tergolong sebagai pengedar dan dalam satu sindikat peredaran Narkoba yang sama.

Saat ini, tim BNNP Bengkulu masih melakukan penyidikan mendalam terhadap kasus ini.

Kedua tersangka dijerat Pasal 114 Ayat 2 dan Pasal 112 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dan terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara. (Qi) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here