Pembangunan Trotoar di Jalan Raya Zainul Arifin, Mangkrak atau Tidak Ada Dana Lagi?

0
26

BengkuluKito.Com, – Terkait pelebaran jalan dan belum dibangunnya trotoar di Jalan Zainul Arifin Raya Kelurahan Padang Nangka Kecamatan Singaran Pati Kota Bengkulu, mendapat sorotan warga setempat.

Hal ini disampaikan Ketua RT 3, Faisol, saat mengikuti reses anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring, dalam rangka menjaring aspirasi masyarakat, Masa Persidangan ke- I Tahun Sidang 2021 tanggal 1-5 Maret 2021.

“Jadi kita dulu sebelum Jalan Zainul Arifin Raya ini, dari awal kita diambil 4 meter. Ternyata dari rumah Dandim ke sana itu tidak diambil, dan rencana awal itu pake trotoar,” ungkapnya.

Sampai saat ini, kata dia, sudah dua tahun berlalu tapi tidak ada trotoarnya.

“Apakah itu mangkrak atau kah tidak ada dananya lagi,” tanya Faisol.

Ia menuturkan, sebelumnya sudah diadakan perjanjian awal dalam rapat bersama.

“Karena perjanjian awal itu dulu kita rapat. Ternyata yang rumah Dandim tidak, aspalnya bagus juga, volumenya tetap tapi tidak diambil tanahnya. Padahal punya pemerintah, pemerintah tidak ngasih, warga ngasih,” keluhnya.

“Harapan saya sebagai Ketua RT, dan RT 4, RT 5 itu, ini kan sudah termasuk jalan poros, kalau tidak salah sekarang ini jalan provinsi. Alangkah baiknya kalau dipercantik dengan rambu lalu lintas karena sudah banyak kecelakaan, atau trotoar dipercantik,” sampai Ketua RT 3.

Menanggapi hal tersebut, Usin menjelaskan jika lahan atau bangunan yang sudah masuk GSP (Garis Sepadan Pagar) dan GSB (Garis Sepadan Bangunan), maka lahan itu tidak bisa dipertahankan.

Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring saat menerima keluhan warga.

“Kita memang nggak bisa mempertahankan lahan kita, rumah kita ketika pada saat dihitung GSP dan GSB itu masuk. Karena negara ini punya satu pasal yang nggak bisa dibantah, satu pasalnya demi kepentingan umum,” terangnya.

Cuma, kata Usin, apakah demi kepentingan umum itu sudah terencana. “Ini yang kadang-kadang, kalau lah dari awal GSP nya sudah tegas, GSB nya sudah tegas, nggak mungkin orang bangun teras di dalam GSB. Nggak mungkin orang bangun Ruko di GSP, kalau tegas,”

Hal ini, lanjut dia, kadang pada aturan tekhnisnya tidak disiapkan.

“Di sini, dalam perencanaannya memang ada trotoar. Tapi untuk biaya bangun trotoar tidak sampai, sudah dipotong COVID duluan, itu pertama,” jelasnya.

Kedua, sambung Usin, sudah diganti Kadis PU dan juga anggota DPRD nya.

“Tapi Alhamdulillah warga sudah mengingatkan saya, jadi nanti saya akan check. Kalo ini masih jalan provinsi,” tandas Usin Abdisyah Putra Sembiring. (JR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here