Reses, Usin Terima Keluhan Warga Soal Lampu Jalan, Banjir, hingga Irigasi yang Sebabkan Petani Gagal Tanam

0
54

BengkuluKito.Com, – Dalam rangka menjaring aspirasi masyarakat, anggota DPRD Provinsi Bengkulu Usin Abdisyah Putra Sembiring menggelar reses Masa Persidangan ke- I Tahun Sidang 2021 tanggal 1-5 Maret 2021, di Kelurahan Beringin Raya Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu, Kamis (4/3/2021).

Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring saat menggelar Reses di Beringin Raya.
Warga Beringin Raya saat menyampaikan keluhan ke anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring.

Dalam reses kali ini, Usin menampung berbagai keluhan warga di lokasi tersebut di antaranya masalah penerangan lampu jalan SD, banjir di jalan poros provinsi, hingga masalah irigasi yang menyebabkan petani gagal tanam.

“Saya ingin menyampaikan bahwa kami yang berada di RT 4 dan RT 5 ini pak, di belakang itu ada SD pak, penerangannya sangat minim untuk di jalan pak,” keluh Ketua RT 05 Yosi Haspadi.

Kedua, lanjut dia, kalau di musim hujan jalan poros provinsi yang berada di Beringin Raya ini, siring kiri kanan itu mampet. Sehingga, kalau hujan itu banjir.

“Apalagi kami yang mendirikan rumah tahun 90-an, itu lebih rendah daripada jalan. Nah itu salah satu keluhan kami sampai saat ini,” ungkapnya.

Selain itu, warga RT 03 Edi Witoko mengeluhkan tersumbatnya irigasi yang menyebabkan banjir sehingga petani gagal tanam.

“Di RT 3 itu rata-rata numpang tanah, mereka nggk punya lahan sendiri, lahan menumpang. Di situ lumayan luas lahan itu, mungkin 20 hektare lebih sampai ke pantai. Itu lahan siapa saya sendiri sampai sekarang nggk tahu. Nah, mungkin di sana yang sudah digarap kawan-kawan mungkin 1 hektare lebih,” terangnya.

Namun, kata Edi, petani di situ terkendalanya adalah pembuangan air yang tidak lancar.

“Irigasinya itu nggak lancar sehingga ketika musim hujan akhirnya tergenang. Mau tanam terlambat, akhirnya bibit sudah nggak tertanam, nyemai lagi,” sampainya.

Edi menyebut, untuk petani di daerah sini kendalanya itu adalah pembuangan airnya tidak ada.

“Jadi sejauh ini petani di situ mengeluhkan dengan saya, karena saya orang pertanian pak, di Dinas Peternakan Provinsi,” kata dia.

Menanggapi keluhan tersebut, Usin Abdisyah Putra Sembiring menyarankan agar pihak RT dan RW setempat duduk bersama, membahas apa yang mau dibuat dan diprioritaskan

Usin saat menjawab keluhan warga Beringin Raya.
Usin bersama warga Beringin Raya.

“Kalau memang ini mau kita rencanakan, bersama dengan pak RT dan pak RW coba duduk bersama diskusikan apa yang harus dibuat. Buat rencana kerjanya, susun proposalnya, sampaikan ke saya langsung,” ujarnya.

Terkait irigasi, Usin menjawab, agar ditelusuri terlebih dahulu darimana awalnya sampai ke lahan pertanian tersebut.

“Coba ditelusuri dulu irigasi itu darimana ke lahan pertanian itu. Lalu irigasi itu irigasi primer atau tersier, kalau irigasi primer itu kewenangan provinsi. Kalau irigasi tersier itu kewenangan Kota Bengkulu,” terangnya.

“Kita lihat dulu, kalau itu masuk wilayah Kota Bengkulu maka tolong segera dianggarkan, kalau itu wilayah irigasi tersier. Kalau tidak, itu dianggarkan di APBD Provinsi Bengkulu,” lanjut Usin.

Menurut Usin, biasanya itu dianggarkan di APBD murni, tidak bisa di APBD Perubahan.

“Jadi kalo nanti sudah kita check, hari Sabtu ayo antarkan saya di mana pintu irigasi yang terdekat,” tandas Usin Abdisyah Putra Sembiring. (JR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here