Resmi Dilantik, Mian – Arie Usung Konsep Pembangunan Berdasarkan Kawasan

0
37

BengkuluKito.Com, – Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bengkulu Utara terpilih, Mian dan Arie Septia Adinata resmi dilantik Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, di Gedung Daerah Provinsi Bengkulu, Jum’at pagi (26/2/2021).

Keduanya dilantik bersamaan dengan 6 bupati lainnya, yakni Bupati Kabupaten Seluma, Bupati Bengkulu Selatan, Bupati Kepahiang, Bupati Rejang Lebong, Bupati Lebong, dan Bupati Mukomuko.

Bupati dan Wakil Bupati Bengkulu Utara, Mian – Arie, dan 6 Bupati dan Wabup se-Provinsi Bengkulu bersama Gubernur Rohidin Mersyah di Gedung Daerah.

Mian – Arie terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bengkulu Utara periode 2021-2024, untuk kedua kalinya, setelah sebelumnya menjabat Bupati dan Wakil Bupati Bengkulu Utara periode 2016-2021.

Disampaikan Mian, semua tahapan pesta demokrasi Pilkada khususnya di Kabupaten Bengkulu Utara telah berjalan dengan baik.

Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bengkulu Utara, Mian – Arie Septia Adinata usai pelantikan.

“Alhamdulillah dari 74 persen dukungan masyarakat Bengkulu Utara diberikan kepada saya dengan pak Arie Septidianata, untuk melanjutkan pembangunan Kabupaten Bengkulu Utara lima tahun ke depan atau sesuai dengan regulasi nanti yang harus kita jalani,” terangnya usai dilantik.

“Kita mengucapkan terimakasih atas dukungan semua elemen masyarakat Bengkulu Utara dan kami beritikat baik, kami punya niat yang tulus melanjutkan pembangunan Kabupaten Bengkulu Utara secara berkelanjutan,” tambah Mian.

Ia menuturkan, konsepnya adalah konsep pembangunan yang berdasarkan kawasan.

“Karena kita punya lima kawasan strategis, kita tumbuh kembangkan bersama. Dan suasana COVID-19 ini kita posisinya menyadari dan paham betul dan semua sudah kita sosialisasikan, tidak ada eforia, tidak ada yang sifatnya seremonial terlalu (berlebihan), semua tetap melaksanakan dengan protokol kesehatan,” ujarnya.

Terkait program prioritas 100 hari pertama?  Mian menjawab, “ya kita ini namanya melanjutkan, jadi 100 hari pertama merupakan kelanjutan pembangunan lima tahun sebelumnya. Dengan intervensinya apa? dengan  intervensi konsep pembangunan kawasan,”

“Kita ada kawasan pusat pertumbuhan baru, kawasan transmigrasi, ada kawasan Eko Agropolitan, ada kawasan Minapolitan, ada kawasan pusat pemerintahan, dan yang terakhir adalah kawasan pulau terdepan, yaitu Pulau Enggano. Jadi kita bangkitkan bersama dengan meningkatkan Sumber Daya Manusia,” paparnya.

Mian mengungkapkan, yang paling penting adalah bagaimana menggali potensi pendanaan, baik lobi-lobi ke pemerintah pusat maupun potensi yang ada.

Karena membangun dengan obsesi yang jauh tanpa diikuti dengan pendanaan kekuatan fiskal yang mumpuni, juga akan lambat.

“Ya, mudah-mudahan COVID-19 segera berakhir. Komunikasi yang kami bangun, saya pak wakil bupati melalui jejaring yang ada di pemerintah pusat, dan harapan dimengerti oleh pemerintah pusat, Bengkulu Utara membutuhkan kekuatan fiskal yang optimal untuk membangun itu,” ungkapnya.

Di samping itu, lanjut dia, sinergisitas dengan perpanjangan pemerintah pusat, yaitu pak gubernur, akan terus dikoordinasikan dengan baik.

Terkait pencanangan Perda tatanan masyarakat adat, Mian menuturkan, “sekarang posisinya sudah kita masukkan ke Banmus. Jadi draft awal dari pemerintah Kabupaten (Bengkulu Utara) dengan kajian akademis, sesuai dengan kemampuan kita sudah kita masukkan di Banmus,”

“Nah, menjadi Tupoksinya mitra kerja kita untuk memverifikasi, duduk bersama dan sebagainya,” lanjut dia.

Menurut Mian, memang tidak semudah membalik telapak tangan, harus ada jaring aspirasi dan disampaikan sosialisasi.

“Yang penting niatan pemerintah itu tentunya mengarah lebih baik agar kearifan lokal tetap terjaga, pembangunan berjalan,” tutupnya. (JR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here