Terungkap dari Hasil Otopsi, PNS Lebong Diduga Dibunuh Suami

0
49

BengkuluKito.Com, –  Polres Lebong akhirnya menetapkan YR alias Ib (33), sebagai tersangka dugaan pembunuhan PNS berinisial DF (30), yang tak lain adalah istrinya sendiri.

Hal ini terungkap setelah dilakukan otopsi pada jenazah korban, oleh pihak kepolisian yang disaksikan keluarga korban.

Disampaikan Kapolsek Lebong Utara AKP L Naibaho, sebelumnya personil Polres Lebong melakukan pembongkaran terhadap makam korban DF, yang dikebumikan di pemakaman umum Desa Air Meles Bawah Kecamatan Curup Timur Kabupaten Rejang Lebong (RL) pada Kamis pagi (18/2/2021).

Ia menuturkan, pembokaran makam bertujuan untuk melakukan otopsi.

”Dari laporan keluarga DF yang meninggal dunia pada Jum’at lalu (12/2/2021) itu dicurigai meninggal dunia bukan karena bunuh diri, melainkan dibunuh,” ungkapnya, Minggu (21/2/2021) dilansir dari tribratanewsbengkulu.com

Dijelaskan Kapolsek, dari informasi yang didapat, korban yang tinggal di Desa Nangai Tayau Kecamatan Amen Kabupaten Lebong ini sebelumnya dilaporkan meninggal dunia.

Sebelum meninggal, korban diketahui terlibat pertengkaran dengan suaminya, dan suami korban meninggalkan rumah.

Selang hitungan jam, pada saat suami korban pulang didapati korban sudah tergantung dengan kain.

“Dari laporan yang kami terima, korban meninggal dunia bunuh diri. Berdasarkan olah TKP dan penyelidikan, kami temukan kejanggalan,” terang Kapolsek.

Mendapati kejanggalan tersebut, sambung dia, pihak Polsek Lebong Utara berinisiatif melakukan otopsi, dan setelah mendapatkan persetujuan pihak keluarga makam korban pun dibongkar untuk proses otopsi.

Saat melakukan pembongkaran makam korban, suami korban, YR alias Ib juga dihadirkan di lokasi.

Untuk berjaga – jaga dari hal yang tak diinginkan, Polres Lebong mengerahkan 32 polisi ke lokasi.

Dari hasil otopsi yang dilakukan polisi, lanjut Kapolsek, ditemukan di tubuh korban bekas luka memar diduga akibat benturan benda tumpul.

Hal itu juga diketahui oleh keluarga korban saat memandikan mayatnya setelah proses otopsi.

Karena curiga korban meninggal bukan karena bunuh diri, keluarga korban akhirnya melapor ke polisi. Kemudian, polisi memeriksa suami korban.

Namun, hampir seminggu suami korban masih bertahan bahwa istrinya meninggal dunia karena bunuh diri.

Akhirnya setelah polisi memperlihatkan serangkaian bukti dan hasil penyelidikan, suami korban langsung mengakui bahwa dirinya telah membunuh korban.

“Modusnya ya suami korban menggantung korban dengan menggunakan kain seolah-olah korban melakukan tindakan bunuh diri,” kata Kapolsek.

Hingga berita ini diturunkan suami Korban telah ditahan untuk proses penyidikan lebih lanjut. (JR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here