Modus Jual Beli Mobil, Korban Penipuan Oknum ASN Kaur Bertambah

0
18

BengkuluKito.Com, – Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Bengkulu berhasil mengungkap adanya korban lain kasus penipuan dan penggelapan yang melibatkan oknum ASN Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kaur berinisial Ha (35) dan teman lelakinya Ad (42).

Jika korban sebelumnya kedua tersangka menjanjikan keuntungan pencairan uang proyek, pada korban yang kedua ini tersangka menggunakan modus jual beli mobil.

Korban atas nama Winda Anggaraini (31) warga Kelurahan Kebun Geran Kecamatan Ratu Samban Kota Bengkulu.

Akibat kejadian tersebut, korban Winda mengalami kerugian Rp. 15 juta, lantaran ditipu jual beli mobil oleh kedua tersangka.

Kasubdit Jatanras AKBP Andi Dady Nurcahyo SIK mengatakan, pihaknya masih melakukan pengembangan untuk mengungkap ada atau tidak korban tambahan selain dua orang tersebut.

“Dari hasil pengembangan ada satu orang korban lagi. Jika sebelumnya modusnya menjanjikan uang proyek, korban kali ini tertipu jual beli mobil,” terang Andi, Jum’at kemarin (18/2/2021), dilansir dari tribratanewsbengkulu.com

Ia menjelaskan, tersangka melakukan penipuan terhadap korban Winda sekira Jumat, 18 Desember 2020 lalu di salah satu hotel yang ada di Kelurahan Tanah Patah.

Kedua tersangka mendatangi korban bermaksud hendak membeli lima unit mobil milik korban.

Setelah terjadi komunikasi, kata Andi, akhirnya tersangka dan korban bertemu di hotel yang ada di Tanah Patah membahas kesepakatan harga lima unit mobil tersebut.

Saat hendak terjadi pembayaran, tersangka beralasan uang miliknya masih di rekening dan terblokir sehingga tidak bisa mentransfer uang.

Kemudian, tersangka meminta uang untuk mengurus administrasi membuka blokir Rp. 15 juta. Permintaan tersebut disanggupi korban dan uang Rp. 15 juta ditransfer ke rekening tersangka.

Yang membuat korban percaya, lanjut dia, karena tersangka berjanji akan mengembalikan uang tersebut pada hari yang sama.

Tetapi setelah uang masuk ke rekening, tersangka menghilang dan uang korban tidak dikembalikan.

“Korban percaya karena tersangka sangat licik menggunakan tipu dayanya. Salah satunya, uang akan dikembalikan pada hari itu juga ditambah lagi membawa saksi yang sebenarnya itu hanya modus tersangka untuk memuluskan aksinya,” sampai Kasubdit Jatanras.

Andi menuturkan, penyidik Subdit Jatanras masih melakukan pendalaman dan pengembangan terkait kasus penipuan mobil dan penipuan uang proyek yang melibatkan kedua tersangka.

“Selain mencari ada tidaknya korban lain, pengembangan dilakukan untuk mencari ada tidaknya pelaku lain yang membantu tersangka,” tutupnya. (JR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here