Korban Penyerobotan Tanah Diminta Melapor

0
24

BengkuluKito.Com, – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Bengkulu mengimbau kepada masyarakat yang merasa telah membeli tanah kapling yang dijual empat orang tersangka mafia tanah segera melapor.

Empat orang tersangka yang diamankan di antaranya, Satria Utama, Sunardi, Ujang Pihin dan Sahirman.

Para tersangka menjual tanah kapling yang ada di sekitaran Jalan Air Sebakul – Betungan RT 13, Kelurahan Betungan Kecamatan Selebar Kota Bengkulu.

Setidaknya, ada 9 orang yang telah membeli tanah kapling di lokasi tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bengkulu Kombes Pol Teddy Suhendyawan Syarif mengatakan, status lahan tersebut sah milik korban Inas Belly. Sementara itu, yang telah membeli tanah kapling kepada empat orang tersangka menjadi korban.

Untuk itu, kata Teddy, mereka yang telah membeli tanah kapling jika merasa dirugikan atas tindakan keempat tersangka untuk melapor ke Polda Bengkulu.

“Sementara ini belum ada yang melapor, untuk itu kami mengimbau jika merasa dirugikan silahkan melapor. Kalau status tanah itu sah milik korban, karena dia yang mempunyai dokumen dan surat sah atas kepemilikan tanah,” jelas Dir Reskrimum, Kamis kemarin (18/2/2021), dilansir dari tribratanewsbengkulu.com

Ia menambahkan, terkait kasus penyerobotan tanah tersebut Dit Reskrimum Polda Bengkulu masih menelusuri adanya tersangka lain atau tidak dari jaringan empat orang tersangka yang sudah diamankan.

Disebut jaringan, terang dia, karena ada dugaan tanah yang diserobot oleh empat tersangka tidak hanya satu lokasi.

Terlebih lagi untuk memuluskan aksi penyerobotan tanah dibutuhkan tenaga cukup banyak, mulai dari mengamankan lahan yang akan diserobot dan lain sebagainya.

“Kita masih telusuri adanya tersangka lain dari jaringan empat orang yang sudah kita amankan,” sampainya.

Diketahui, empat orang tersangka menyerobot lahan milik Inas Belly di Jalan Air Sebakul – Betungan RT 13 Kelurahan Betungan Kecamatan Selebar Kota Bengkulu.

Tersangka hanya bermodalkan dokumen palsu untuk menyerobot lahan tersebut. Lahan yang semula ditanami kelapa sawit, digusur oleh tersangka kemudian dibuat kapling untuk selanjutnya dijual.

Dari aksi tersebut, tersangka sudah berhasil menjual 9 kapling tanah dari 42 kapling yang mereka buat. (JR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here