Ini Tanggapan Kuasa Hukum Soal Banding Jaksa

0
47
Deden Abdul Hakim selaku Kuasa Hukum terdakwa Dewi Hastuti.

BengkuluKito.Com, – Deden Abdul Hakim selaku Kuasa Hukum terdakwa Dewi Hastuti, kasus dugaan penjualan aset milik Pemerintah Kota Bengkulu seluas 8,6 hektar, menyebut sudah menyiapkan Kontra Memori Banding atas upaya banding jaksa.

“Kami pun sama, bahwa kami juga menyatakan Banding atas Putusan PN No : 25/Pid.Sus-TPK/2020/Pn. Bgl, di mana hal-hal yang kami ajukan banding ialah fakta-fakta hukum yang tidak dipertimbangkan oleh judex factie,” terangnya, Kamis (18/2/2021).

Salah satunya, kata Deden, bahwa Berita Acara Pembebasan Tanah (BA 02, BA 03 dan BA 04) hanya berjumlah 42 Ha, sementara jaksa mengklaim lahan Pemkot seluas 62 Ha.

“Nah, dengan demikian maka fakta yuridisnya ialah tidak seluruh rencana tim 9 itu terlaksana.
Keyakinan hukum kami ialah PT. Tiga Putra Mandiri berada dalam tanah yang sejatinya tidak dibebaskan oleh tim 9. Tentu ada juga dalil-dalil lainnya,” jelasnya.

Menurut Deden, dengan sikap jaksa yang juga mengajukan banding, maka pihaknya pun sudah menyampaikan pula Kontra Memori Banding atas memori bandingnya jaksa tersebut.

“Bahwa selain beberapa alasan dalil banding kami yang juga kami ajukan sebagai dalil kontra memori banding, tentu kami juga menyampaikan jangan sampai menghukum seseorang itu hanya berdasarkan pada asumsi sehingga oleh karenanya memperoleh keyakinan,” kata dia.

Tetapi, sampai Deden, haruslah keyakinan itu didapat dari bukti dan fakta yang terungkap dipersidangan.

“Jadi, kami menyayangkan jika klien kami harus menjalankan hukuman seperti apa yang diminta oleh jaksa,” ungkapnya.

“Hukuman 4 tahun saja itu sudah menciderai rasa keadilan bagi klien kami yang dipidana dengan bukti sumir (adanya dissenting opinion dalam putusan), apalagi mesti menjalani pidana seperti yang diinginkan JPU,” tutup Kuasa Hukum terdakwa Dewi Hastuti. (JR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here