4 Tersangka Sindikat Pemalsu Dokumen Kepemilikan Tanah Ditangkap Polisi

0
62

BengkuluKito.Com, – Direktorat Reskrimum Polda Bengkulu berhasil menangkap 4 orang tersangka mafia tanah yang memalsukan dokumen.

Direktur Reskrimum Polda Bengkulu Kombes Pol Teddy Suhendyawan, didampingi Kabid Humas Kombes Pol Sudarno, mengungkapkan 4 tersangka yang berhasil ditangkap berinisial SU (54), SN (38), UP, serta SN.

Kabid Humas Kombes Pol Sudarno saat memperlihatkan barang bukti. 

”Untuk tersangka UP dan SN telah ditahan terlebih dahulu di Polres Bengkulu,” ungkap Dir Reskrimum Polda Bengkulu, saat digelar press conference, Rabu (10/2/2021).

Ia menjelaskan, keempat tersangka yang ditangkap tersebut berdasarkan laporan korban Imas Belly dengan nomor laporan : LP-B/75/I/2021 / Bengkulu, tanggal 21 Januari 2021.

”Lebih kurang kerugian yang dialami oleh korban sebesar Rp. 300.000.000,” terangnya.

Dia menyebut, modus yang digunakan tersangka berawal pada Minggu tanggal 6 Desember 2020, tersangka SU dan UP serta SN datang ke lokasi lahan kebun milik korban yang di klaim telah dibeli senilai Rp. 50 juta.

Sesampainya di lokasi kebun, ketiganya langsung melakukan pengrusakan dengan cara merobohkan tanaman kelapa sawit milik korban yang berjumlah 120 batang menggunakan alat berat.

Setelah selesai memotong tanaman lahan kebun milik korban, ketiganya langsung melakukan pengaplingan tanah menjadi 42 kapling dan kemudian dijual oleh tersangka SN.

Mengetahui hal tersebut, terang Teddy, korban langsung mendatangi ketiga tersangka untuk menanyakan maksud pengaplingan yang dilakukan. Oleh ketiga tersangka, korban diperlihatkan dokumen kepemilikan tanah yang di klaim milik tersangka.

Namun melihat dokumen yang diperlihatkan, korban menemukan beberapa kejanggalan sehingga korban memutuskan untuk membuat laporan.

“Ketiga tersangka kami jerat dengan Pasal 170 KUHP dan Pasal 385 KUHP Jo Pasal 54, 56 KUHP, ” kata Dir Reskrimum Polda Bengkulu.

Saat ini keempat tersangka telah diamankan di Mapolda Bengkulu dan Mapolres Bengkulu. (JR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here