Dua Terdakwa Kasus Penjualan Lahan Pemkot Divonis 4 Tahun Penjara dan Denda Rp. 200 Juta

0
36

BengkuluKito.Com, – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bengkulu, akhirnya menjatuhi hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp. 200 juta kepada dua terdakwa kasus penjualan lahan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu seluas 8,6 hektar di Perumnas Korpri Bentiring.

Apabila denda tidak dibayar, maka diganti hukuman 3 bulan kurungan.

Masing-masing terdakwa yakni mantan Lurah Bentiring Malidin dan Dewi Hastuti selaku Direktur PT Tiga Putra Mandiri.

Selanjutnya, majelis hakim yang diketuai Riza Fauzi dengan hakim anggota Ansyori Syarifuddin dan Nich Samara juga membebankan membayar Uang Pengganti (UP) sebesar 4 miliar 750 juta rupiah (Rp. 4,750 miliar) kepada terdakwa Dewi Hastuti.

Apabila tidak dibayar, maka diganti dengan hukuman 1 tahun kurungan penjara.

Vonis ini lebih rendah dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebelumnya, yakni 7 tahun 6 bulan (7,5 tahun) penjara.

Menanggapi vonis tersebut, Deden Abdul Hakim selaku Kuasa Hukum Dewi Hastuti mengatakan pihaknya masih fikir-fikir dahulu dan akan berkonsultasi dengan pihak keluarga dan kliennya.

Kuasa Hukum terdakwa Malidin dan Dewi Hastuti.

“Jadi untuk klien kita itu dihukum 4 tahun kurungan penjara, denda Rp. 200 juta subsider 3 bulan kurungan. Kemudian ada uang pengganti Rp. 4,750 miliar, kalau tidak dibayar diganti hukuman 1 tahun penjara,” terangnya, usai sidang di Pengadilan Tipikor Bengkulu, Kamis (4/2/2021).

“Terhadap putusan itu, pertama tentu kami punya hak untuk menentukan sikap. Sikap kami nanti akan kami bicarakan dulu dengan pihak keluarga dan klien apakah akan melakukan banding atau tidak,” ungkap Deden.

Ia mengatakan, kalau melihat situasi adanya dissenting opinion (perbedaan pendapat) majelis hakim, tentu bisa dinilai bahwa tidak sepakat majelis di persidangan itu.

“Bahwa ketua majelis justru menganggap bukan tidak bersalah, harusnya tidak bersalah mereka (terdakwa) berdua ini. Karena, Pemda sendiri tidak melakukan apa-apa terhadap aset tersebut,” ujarnya. (JR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here