Terdakwa Kasus Lahan Pemkot Dibebankan Bayar Uang Pengganti Rp. 4,7 Miliar

0
37

BengkuluKito.Com, – Terdakwa Dewi Hastuti yang menjabat Direktur PT Tiga Putra Mandiri dalam kasus dugaan penjualan lahan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu seluas 8,6 hektar di Perumnas Korpri Kelurahan Bentiring, dibebankan membayar Uang Pengganti (UP) sebesar Rp. 4,7 miliar.

Demikian disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) saat membacakan tuntutan terhadap terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bengkulu, Selasa (26/1/2021).

Sidang pembacaan tuntutan kasus penjualan lahan milik Pemkot Bengkulu oleh JPU di Pengadilan Tipikor Bengkulu.

“Terhadap terdakwa Dewi Hastuti juga kita jatuhi pidananya 7 tahun dan 6 bulan, untuk dendanya Rp. 400 juta. Apabila tidak sanggup membayar diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan penjara,” ujar JPU, Yuli Herawati.

“Kalau Dewi Hastuti dibebankan untuk membayar Uang Pengganti sebesar Rp. 4,7 miliar. Apabila uang pengganti tidak bisa dibayar oleh terdakwa maka diganti dengan pidana penjara selama 3 tahun 8 bulan penjara,” tambahnya.

Yuli mengatakan, alasan pihaknya membebankan pembayaran uang pengganti sebesar Rp. 4,7 miliar, karena terdakwa Dewi Hastuti yang menguasai lahan tersebut dan memperoleh keuntungan.

“Pada faktanya Dewi Hastuti telah menguasai lahan itu yang kemudian dijual kepada pihak Taman dengan nilai Rp. 4,7 miliar. Jadi, secara keuntungan di situ ada di pihak Dewi Hastuti,” ungkapnya.

Dilain pihak, Deden Abdul Hakim selaku Kuasa Hukum terdakwa mempertanyakan penghitungan uang pengganti oleh JPU.

Deden Abdul Hakim selaku Kuasa Hukum terdakwa Dewi Hastuti.

“Jadi persoalan ketika klien saya diperintahkan untuk membayar 4 miliar 750 juta, dikembalikan kepada negara. Apabila tidak, maka diganti hukuman 3 tahun 8 bulan penjara,” kata dia.

“Bahwa bagaimana cara penghitungannya? BPKP hanya berdasarkan peralihan antara direktur/pemilik PT yang lama kepada pemilik PT yang baru,” sampai Deden.

“Apakah begitu cara bekerjanya? Negara lho ini. Apakah berdasarkan itu saja melihatnya, ternyata merugikan negara? kan nggak begitu,” tandasnya. (JR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here