Kenal Via Aplikasi Kencan, Pemuda Asal Cianjur Gelapkan Motor dan HP Milik Wanita di Bengkulu

0
30

BengkuluKito.Com, – Tim Opsnal Satreskrim Polres Bengkulu mengamankan seorang pemuda asal Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat berinisial DN (21).

Ia diamankan petugas karena melakukan penggelapan terhadap seorang gadis berinisial NH, warga Kelurahan Surabaya Kecamatan Sungai Serut Kota Bengkulu.

Dalam aksinya, pelaku berhasil menggasak sejumlah barang-barang yang dibawa korban sehingga korban mengalami kerugian puluhan juta rupiah.

Kasat Reskrim Polres Bengkulu, AKP Yusiady, mengungkapkan dugaan kasus penggelapan yang dilakukan berawal saat pelaku berkenalan dengan korban di salah satu aplikasi kencan.

Usai berkenalan dengan korban, pelaku kemudian mengajak korban untuk jalan-jalan di seputaran Kota Bengkulu menggunakan kendaraan bermotor yang dibawa oleh korban.

Setelah berkeliling, pelaku dan korban mengisi bensin di SPBU depan Bencoolen Mall yang berada di Kelurahan Penurunan Kota Bengkulu.

Saat berada di SPBU, korban berpamitan pergi ke kamar kecil dan menitipkan 1 unit sepeda motor Honda Scoopy dan 1 unit handphone yang berada di box motor kepada pelaku.

Sekembali dari kamar kecil, korban mendapati pelaku bersama barang-barang miliknya sudah tidak berada di tempat.

Sadar telah menjadi korban kejahatan, korban beserta keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Polres Bengkulu.

“Modus pelaku ini dengan mengajak korban yang dia kenal melalui aplikasi media sosial untuk bertemu,” kata Kasat Reskrim, dilansir dari tribratanewsbengkulu.com, Kamis (21/1/2021).

Ia mengungkapkan, dari tangan pelaku pihaknya berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor milik korban yang dibawa lari oleh pelaku.

Untuk handphone korban, diakui pelaku telah dipindahtangankan ke orang lain. Namun, saat ini pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut terhadap kasus tersebut.

“Sejauh ini masih kita lakukan pemeriksaan. Sementara dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui memang berniat untuk membawa lari barang-barang milik korban dengan mengajak korban untuk jalan-jalan,” ungkapnya.

Yusiady menyebut, pelaku mengakui nantinya hasil yang didapat dari menjual barang-barang milik korban akan digunakan pelaku untuk pulang ke Provinsi Jawa Barat.

“Dirinya (pelaku) nekat melakukan hal tersebut lantaran butuh ongkos untuk pulang ke daerah asalnya,” demikian Kasat Reskrim Polres Bengkulu. (JR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here