Kasi Intel: Titik Koordinat Peta Ukur Ulang Berdasarkan yang Ditunjuk Tim 9

0
77

BengkuluKito.Com, – Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu Beni Wijaya, menyebut titik koordinat pada peta ukur ulang diambil berdasarkan yang ditunjuk oleh Tim 9, Rabu (20/1/2021).

Demikian disampaikannya menanggapi pernyataan Deden Abdul Hakim selaku Kuasa Hukum terdakwa dugaan penjualan aset milik Pemerintah Kota Bengkulu seluas 8,6 hektar di Perumahan Korpri Bentiring, Dewi Hastuti, terkait peta yang digunakan jaksa dalam membuat patok batas bukanlah produk resmi BPN.

Menurut Beni, peta yang dibuat oleh BPN kemarin itu adalah peta ukur ulang. Peta itu titik koordinatnya diambil berdasarkan yang ditunjuk oleh Tim 9 pada waktu pengadaan tanah itu dilakukan.

“Jadi titik yang dibuat BPN dalam peta ukur ulang itu, bukan jaksa yang menunjukan tetapi Tim 9 didampingi jaksa dan BPN, untuk membuat gambar ukur ulang terhadap wilayah yang telah dibebaskan lahan oleh Pemda Kota waktu itu,” kata dia, di Kantor Kejari Bengkulu.

Ia mengatakan, Tim 9 yang menyampaikan titik koordinat mana pada waktu dilakukan pembebasan lahan. Gambar ulang yang dibuat BPN itu berdasarkan yang disampaikan oleh Tim 9.

“Kalau jaksa kan tidak tahu itu kapan pengadaan tanah, batasnya mana kan. Makanya kita ngajak Tim 9 waktu di penyidikan, di mana lahan yang dibebaskan pada tahun 2004 atau 2005 itu,” ungkapnya.

Dari dasar itulah, lanjut Beni, BPN membuat gambar ulang yang ada di peta, yang ditunjukan pada sidang pemeriksaan setempat kemarin.

“Kalau menurut kami begini, kalau versi silahkan saja ya kan, pengacara punya versi kejaksaan selaku penuntut umum juga punya versi ya kan. Namun kita kejaksaan kan nggak bisa membuat peta itu. Kita ini seperti yang saya katakan tadi, bahwa yang menunjukan titik koordinat hingga menjadi peta ukur ulang itu adalah Tim 9,” jelasnya.

“Kalau pihak pengacara punya versi silahkan saja ya kan, nanti hakim yang menilai dari apa yang disuguhkan oleh penuntut umum dan apa nanti versinya pengacara, ya silahkan. Nanti bermuaranya ke majelis hakim,” tambah Beni.

Dia mengatakan, nanti hakim yang menilai tentang bukti yang diajukan oleh penuntut umum.

“Yang saya sampaikan ini bahwa peta ukur ulang tadi yang digunakan kemarin untuk sidang pemeriksaan setempat, peta ukur ulang itu dikeluarkan BPN. Kalau masalah resmi atau tidak resmi nanti tanya BPN. Kita menggunakan itu produk BPN peta ukur ulang,” ucapnya.

“Makanya saya jelaskan tadi, peta itu muncul karena dari Tim 9 yang menentukan titik-titiknya itu di mana,” lanjutnya lagi.

Terkait patok awal yang dibuat jaksa? Beni menjawab, “titik itu yang ditunjuk oleh Tim 9 tadi yang kita buatkan patok,”

Ia menuturkan, patok itu tujuannya untuk menentukan bahwa itu titik koordinat yang diambil oleh BPN.

“Jadi Tim 9 yang menentukan titiknya di mana, sehingga BPN itu memasang patok untuk menentukan titik koordinat mana saja yang diambil dalam pembuatan peta ukur ulang tersebut,” demikian Kasi Intel Kejari Bengkulu. (JR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here