Diperiksa KPK, Rohidin: Terkait Kewenangan dan Perizinan

0
39

BengkuluKito.Com, – Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah akhirnya memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa sebagai saksi terkait kasus suap ekspor benih lobster di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.

Hal ini setelah sebelumnya Rohidin batal diperiksa lantaran surat panggilan dari penyidik KPK belum sampai kepada yang bersangkutan.

Usai diperiksa, Rohidin menyampaikan tidak terlibat dalam kasus suap ekspor benih lobster.

“Oh tidak ada sama sekali,” ucapnya, di Gedung Merap Putih KPK Jakarta Selatan, dilansir dari kompas.tv, Senin (18/1/2021).

Rohidin menuturkan kedatangannya hari ini memenuhi panggilan KPK sebagai warga negara yang baik.

Ia mengaku memberikan keterangan sebagai saksi untuk kasus suap ekspor benih lobster yang ditangani oleh KPK.

“Terkait dengan bagaimana kewenangan dan perizinan proses,” ujar Rohidin.

Saat dikonfirmasi apakah ada sejumlah uang yang diterima dari proses izin? Rohidin menjawab dirinya maupun jajarannya tidak ada yang terlibat dan menerima keuntungan dari proses izin.

“Itu nggak, nggak ada,” singkatnya.

Terhimpun, selain Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, penyidik KPK juga memanggil Bupati Kabupaten Kaur Gusril Pausi.

Dalam kasus ini, KPK sudah menetapkan 7 tersangka, di antaranya, Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Safri (Stafsus Menteri KKP), Andreau Pribadi Misanta (Stafsus Menteri KKP), Siswadi (Pengurus PT Aero Citra Kargo), Ainul Faqih (Staf istri Menteri KKP), Amiril Mukminin, dan Suharjito (Direktur PT DPP). (JR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here