3 Tersangka, Kasus Tambang Pasir Illegal di Kepahiang Diduga Libatkan Oknum Dewan

0
26

BengkuluKito.Com, – Sat Reskrim Polres Kepahiang akhirnya menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus penambangan pasir illegal di Desa Lubuk Penyamun Kecamatan Merigi Kabupaten Kepahiang.

Ketiga tersangka berinisial IJ, HI, dan MA, yang merupakan warga Kecamatan Merigi.

Dari pengakuan salah satu tersangka, ada nama oknum anggota DPRD Kepahiang yang terlibat dibalik aktivitas yang melanggar Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara tersebut.

“Ya, ada nama oknum anggota DPRD Kabupaten Kepahiang yang disebut ikut andil dalam penambangan pasir illegal tersebut. Saat ini kita sedang lakukan penyelidikan lebih lanjut atas pengakuan para tersangka ini,” terang Kasat Reskrim Polres Kepahiang Iptu Welliwanto Malau, dilansir dari tribratanewsbengkulu.com, Minggu (17/1/2021).

Ia menuturkan, pengungkapan kasus tambang illegal ini terjadi Selasa kemarin ,(12/1/2021), pada saat Sat Reskrim Polres Kepahiang melakukan penertiban terhadap aktivitas penambangan pasir illegal di Desa Lubuk Penyamun Kecamatan Merigi.

Sebanyak 5 penambang illegal pun turut diamankan ke Mapolres Kepahiang untuk diperiksa lebih lanjut.

“Adapun kelima penambang yang diamankan, yakni IJ (61) dan HI (42), warga Desa Lubuk Penyamun Kecamatan Merigi. Kemudian Su (5) warga Kecamatan Curup Tengah, AE (46) warga Kecamatan Curup Selatan, dan Ya (50) warga Desa Rimbo Recap Kecamatan Curup Selatan,” ungkapnya.

Dari kelimanya, kata Kasat, IJ dan HI ditetapkan sebagai tersangka. Menyusul kemudian MA yang ditetapkan tersangka setelah pengembangan atas pengakuan IJ dan HI. (JR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here