Prostitusi Online Anak di Bawah Umur Berhasil Diungkap

0
22

BengkuluKito.Com, – Polres Kepahiang berhasil mengungkap kasus prostitusi online anak di bawah umur lintas kabupaten.

Jasa pelayanan anak di bawah umur untuk laki-laki hidung belang ini beroperasi di dua kabupaten, yakni Kepahiang dan Rejang Lebong yang dikendalikan seorang mucikari berinisial LT (17).

Dalam melancarkan bisnisnya, LT memanfaatkan aplikasi online MiChat untuk mencari palanggan. Setelah mendapatkan pembeli, komunikasi lebih intens dilakukan melalui pesan singkat hingga disepakati harga dan tempat berkencan.

“Satu orang mucikari berinisail LT sudah kita tetapkan tersangka dan sekarang sudah ditahan untuk diproses secara hukum,” ungkap Kasat Reskrim Polres Kepahiang, Iptu Welliwanto Malau, dilansir dari tribratanewsbengkulu.com, Rabu (30/12/2020).

Ia menuturkan, tarif sekali kencan hanya dibanderol antara Rp. 50 ribu hingga Rp 200 ribu. Hal tersebut tergantung kesepakatan antara PSK dan tamu.

Disinyalir, setiap anak buahnya usai melayani tamu LT mendapatkan bagian keuntungan dengan besaran yang sudah disepakati keduanya.

Welliwanto mengatakan, praktik prostitusi online dengan para PSK anak di bawah umur ini terungkap setelah polisi menangkap tersangka pemerkosaan terhadap seorang bocah berusia 14 tahun di wilayah Kabupaten Kepahiang oleh empat tersangka, yakni MN (16), LU (20), MO (18), dan IN (42).

Saat pengembangkan kasus, didapat keterangan dari tersangka mengenai adanya indikasi praktek jasa prostitusi online yang dijalankan LT .

“Prostitusi dengan anak di bawah umur ini terungkap saat pengembangan perkara, dari keterangan para tersangka,” jelasnya.

Selain itu, tambah dia, polisi juga membongkar peredaran pil hexymer illegal. Pil itu diduga dicekoki ke korban pemerkosaan yang berusia 14 tahun.

Sebelum para tersangka menyetubuhi korban, pada kasus pil hexymer ada tiga tersangka, yakni YS (23), MA (17), dan RR (21). Ketiganya merupakan rekan para tersangka pemerkosaan,

“Polisi mengamankan barang bukti berupa uang Rp. 200 ribu, 44 butir pil hexymer dan tiga unit ponsel,” demikian Kasat Reskrim Polres Kepahiang. (JR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here