Polisi Dalami Dugaan Penganiayaan Saat Pemagaran Lahan Pelindo Bengkulu

0
24

BengkuluKito.Com, – Kasus dugaan penganiayaan saat pemagaran lahan milik PT Pelindo II Cabang Bengkulu pada 13 November 2020 lalu masih didalami Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Bengkulu.

Penyidik akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan memanggil saksi lain untuk dimintai keterangan.

Hal itu dilakukan untuk memperjelas awal mula dugaan penganiayaan dan berapa orang yang terlibat melakukan penganiayaan terhadap Hendra warga Kelurahan Bumi Ayu, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu.

Satu orang tersangka yang ditetapkan inisial YK, saat ini sudah ditahan di Rutan Polda Bengkulu.

Apakah ada pelaku lain dalam kasus tersebut, masih menunggu hasil pengembangan dan pemeriksaan saksi yang dilakukan penyidik. Hal ini dibenarkan Kasubdit Jatanras Polda Bengkulu, Kompol Widiardi.

“Kami akan lakukan pengembangan, dalam waktu dekat ini akan memintai keterangan saksi untuk memperjelas kasus ini secara keseluruhan,” ujar Widiardi, Kamis (31/12/2020).

Ia menjelaskan, penyidik melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut karena laporan yang disampaikan oleh Hendra pada 17 November 2020 lalu adalah pengeroyokan.

Dalam laporannya, selain YK diduga ada orang lain yang melakukan pemukulan terhadap korban. Hal itu disampaikan Hendra saat diperiksa penyidik tanggal 17 November 2020 lalu.

“Yang menganiaya saya YK dan kawan-kawannya. Dipukul, dada diterjang, tidak tau lagi pokoknya, karena anggota dia itu banyak. Saya meminta pertanggung jawaban secara hukum pada pihak kepolisian,” terang Hendra.

Kejadian pemukulan itu bermula saat Hendra dan masyarakat sekitar mempertanyakan pemagaran tersebut. Kemudian terjadi adu mulut hingga keributan, saling dorong hingga berujung pemukulan.

Saat YK memukul Hendra, pandangan Hendra kabur. Kemudian jari YK mencakar muka Hendra dan jarinya tidak sengaja masuk ke dalam mulut sehingga tergigit.

Hendra tahu yang melakukan pemukulan adalah YK, saat dirinya berobat di RS Bhayangkara.

“Waktu dia mukul saya, kemudian pandangan saya kabur. Kemudian tangannya cakar tidak sengaja jarinya masuk ke dalam mulut tergigit. Saya tau nama dia waktu berobat di Bhayangkara,” tandasnya. (JR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here