Video Call Tanpa Pakai Baju, Wanita di Kepahiang Diperas Rp. 2 Juta

0
17

BengkuluKito.Com, – SH, wanita muda warga Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang melaporkan kasus tindak pidana Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang dialaminya ke Polda Bengkulu.

Korban ditipu dan diperas oleh IS teman lelakinya yang dikenalnya melalui media sosial facebook.

Selain mengalami kerugian Rp. 2 juta, korban juga harus menanggung malu karena video dan foto vulgar dirinya nyaris tersebar di media sosial.

Korban melaporkan kasus tersebut didampingi keluarganya pada Senin (21/12/2020).

“Laporan dugaan tindak pidana UU ITE sudah diterima, nanti penyidik Dit Reskrimsus melakukan penyelidikan,” jelas Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Sudarno, Rabu (23/12/2020).

Dari laporan korban, terang Sudarno, kejadian bermula saat dirinya berkenalan dengan terlapor tanggal 12 Desember 2020 melalui media sosial facebook.

Dari perkenalan tersebut akhirnya korban dan terlapor akrab, terlebih lagi terlapor mengaku kepada korban seorang polisi berpangkat Brigadir bertugas di Polda Bengkulu.

Karena kalimat dan bahasa yang disampaikan terlapor sangat meyakinkan, akhirnya korban percaya bahwa terlapor merupakan seorang polisi.

Selanjutnya, korban dan terlapor bertukar nomor handphone dan melakukan video call melalui aplikasi WhatsApp.

Kemudian, korban menuruti permintaan terlapor untuk tidak memakai baju saat video call. Hingga akhirnya, video dan foto korban yang berkonten vulgar tersebut dijadikan terlapor untuk memeras korban.

Terlapor meminta korban mentransferkan uang ke rekening Rp. 2 juta.

Sampai kedua kalinya, korban tidak menuruti permintaan terlapor yang terus mengancam akan menyebarkan foto tidak senonoh dan meminta uang.

“Kasus seperti ini bisa dijadikan pelajaran, khususnya untuk kaum wanita, jangan mudah percaya dengan seseorang yang dikenal melalui Medsos. Apalagi mengaku sebagai polisi atau aparat penegak hukum lain,” ujar Sudarno.

“Jika kenalan tersebut mengajak video call mengarah ke asusila, sudah bisa dipastikan modus penipuan dan dijadikan untuk ajang pemerasan,” pungkas Kabid Humas Polda Bengkulu. (JR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here