Dugaan Korupsi BBM Kendaraan Dinas DPRD Seluma, Berkas Sekwan P21

0
40

BengkuluKito.Com, – Berkas perkara tersangka dugaan korupsi BBM Sekwan DPRD Kabupaten Seluma, Eddy Supriadi dinyatakan lengkap oleh jaksa.

Dengan demikian Penyidik Subdit Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bengkulu hanya tinggal melakukan pelimpahan barang bukti dan tersangka ke jaksa.

Pelimpahan tahap II akan dilakukan setelah proses tahapan Pilkada 2020 selesai.

Hal tersebut dibenarkan Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Bengkulu, Kompol Imam Wijayanto.

“Berkas Sekwan Seluma sudah P21, pelimpahan nanti menunggu selesai Pilkada,” ucap Kompol Imam, dilansir dari tribratanewsbengkulu.com, Rabu kemarin (9/12/2020).

Terhimpun, penyidik Subdit Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bengkulu menetapkan tersangka Eddy Supriadi pertengahan Agustus 2020 lalu.

Eddy dinilai bertanggung jawab atas kerugian negara yang ditimbulkan pada anggaran BBM dan pemeliharaan kendaraan dinas DPRD Seluma tahun 2017.

Mengingat pada kasus tersebut, Eddy bertindak sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

Selain Eddy, kasus tersebut menyeret dua orang tersangka lainnya, Fery Lastoni selaku PPTK dan Syamsul Asri selaku bendahara.

Dua orang tersebut sudah mendapatkan vonis dari majelis hakim Pengadilan Negeri Bengkulu masing-masing mendapatkan vonis 1 tahun dan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan penjara.

Eddy pernah dihadirkan menjadi saksi sidang bulan Februari 2020 lalu.

Saat itu Eddy mengaku dia tidak tahu mekanisme keuangan, yang lebih tahu adalah bagian keuangan.

Eddy juga mengaku dirinya hanya menandatangani laporan pertanggung jawaban tanpa melakukan pengecekan penggunaan anggaran.

Eddy tidak mengetahui pembayaran pencairan BBM tidak sesuai struk dan menimbulkan kerugian mencapai Rp. 700 juta. Alasannya, struk BBM tidak pernah masuk ke meja kerjanya.

Kerugian negara yang ditimbulkan dari dugaan korupsi tersebut Rp. 900 juta. Rincian anggaran Rp. 436 juta untuk suku cadang dan Rp. 1,2 miliar untuk belanja BBM. (JR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here