Agar Tidak Berlarut, Kapolda Sarankan Konflik Pelindo dan Masyarakat Diselesaikan Secara Musyawarah

0
28

BengkuluKito.Com, – Konflik antara sejumlah masyarakat dengan Pelindo II Cabang Bengkulu terkait dengan tanah yang ada di ruas Jalan Insinyur Rustandi, Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu menjadi perhatian Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Teguh Sarwono.

Menurut Kapolda, konflik tersebut seharusnya cepat diselesaikan secara musyawarah agar tidak berlarut-larut ke depannya.

Terlebih, konflik tersebut berhadapan dengan masyarakat banyak. Hal itu akan rentan terjadi masalah yang bisa berujung dengan aksi kriminalitas.

“Lebih baik diselesaikan secara musyawarah, pemerintah daerah, pihak legislatif ikut serta terlibat mencari solusi jalan keluar terbaik seperti apa,” ucap Kapolda, Kamis (10/12/2020).

Di sisi lain, Teguh menerangkan, pada kasus tersebut tugas Polri hanya melakukan pengamanan, menegakkan hukum, menindak yang terbukti melakukan tindak pidana dan melanggar hukum.

“Di luar dari itu tidak ada kapasitas dan kepentingan lain. Tugas Polri itu mengamankan dan menindak siapa saja yang melanggar hukum,” tegas Kapolda.

Ia menuturkan, dampak dari konflik yang terjadi beberapa waktu lalu terdapat dua laporan.

Pertama, laporan penganiayaan yang ditangani Dit Reskrimum Polda Bengkulu dan kedua kasus kepemilikan senjata tajam ditangani Polres Bengkulu.

Untuk laporan di Dit Reskrimum Polda Bengkulu dilaporkan Hendra warga Kelurahan Bumi Ayu, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu.

Kemudian, Hendra juga dilaporkan ke Polres Bengkulu atas dugaan kepemilikan senjata tajam.

Dir Reskrimum mengatakan kasus tersebut tetap akan ditindaklanjuti Polres Bengkulu.

Terhimpun, Hendra melaporkan oknum ormas berinisial JP dan rekan-rekannya, yang diduga melakukan penganiayaan terhadap Hendra yang mengakibatkan tangan kanan Hendra patah, mata bengkak dan bagian dada memar sehingga saat batuk berdarah.

Hendra membuat laporan karena merasa dirugikan, meminta pertanggungjawaban hukum. Karena akibat penganiayaan tersebut dirinya tidak bisa bekerja, sementara keluarganya perlu dikasih makan.

Diketahui, kejadian penganiayaan tersebut bermula saat Hendra dan masyarakat sekitar mempertanyakan perihal pemagaran.

Kemudian, terjadi adu mulut, keributan, saling dorong hingga berujung pemukulan dan dugaan pengeroyokan terhadap Hendra. (JR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here