Serap Aspirasi, Anggota DPRD Provinsi Ajak Anak Muda Buat Bank Sampah

0
131

BengkuluKito.Com, – Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Dapil Kota Bengkulu Usin Abdisyah Putra Sembiring, kembali menggelar reses guna menyerap aspirasi warga, Jum’at (4/12/2020).

Kali ini, reses Masa Persidangan ke III Tahun Sidang 2020, yang dilaksanakan dari tanggal 1-5 Desember ini, digelar bersama warga dari Pinang Mas dan Sukamerindu, di Cafe Hipo de Corner.

Warga dari Pinang Mas dan Sukamerindu yang hadir pada reses anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring.

Dalam reses tersebut, salah seorang warga RT 02 Perumahan Pinang Mas Kelurahan Bentiring Permai Kecamatan Muara Bangkahulu, Noviyanti mengeluhkan adanya tumpukan sampah di wilayahnya.

“Kami RT 02 Perumahan Pinang Mas, masalah ini sebenarnya sudah tidak asing lagi, dampak sampah. Masalah sampah ini dari kemarin bertambah, menumpuk di jalan tanggul itu, jalan jembatan yang tembus ke Rawa Makmur,” ungkapnya.

Ia menuturkan, dirinya sempat bergabung dengan RT 01 untuk menyelesaikan masalah sampah dengan memasang 3 buah spanduk di lokasi tersebut.

Bahkan, pihaknya berinisiatif memasang CCTV untuk mengetahui siapa yang membuang sampah di lokasi mereka.

“Kami mohon bapak Usin, pada kesempatan ini kami mohon dengan sangat untuk dapat memberikan solusi yang terbaik untuk RT kami, khususnya di Kecamatan Muara Bangkahulu,” ujarnya.

Menjawab keluhan tersebut, Usin menyampaikan agar anak-anak muda khususnya yang ada di Kelurahan Bentiring Permai untuk dapat membuat kelompok bank sampah.

Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Dapil Kota Bengkulu Usin Abdisyah Putra Sembiring bersama undangan reses.

“Jadi begini, saya Ketua Pansus RPPLH (Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup). Kemarin saya undang semua perusahaan-perusahaan besar, saya berkenalan dengan General Manager PLTA Musi Kepahiang. Meraka di Kepahiang sudah membuat namanya bank sampah,” terang Usin.

“Nanti ibu RT Kelurahan Bentiring Permai tolong anak-anak mudanya dikumpulkan, dibuat kelompok di situ, kita buat kelompok bank sampah. Kita coba study banding di bank sampahnya Kepahiang. Itu sukses,” ajaknya.

Ia mengatakan, PLTA Musi itu punya yang namanya dana CSR dan itu nanti bisa membantu kelompok ini.

“Bank sampah itu akan mengolah sampah menjadi penghasilan. Jadi pupuk, jadi plastik, bahkan bisa dijadikan pupuk cair,” ucapnya.

Usin menambahkan, bagi anak muda yang punya kreasi, punya ide untuk mengelola sampah limbah menjadi barang yang berharga dan punya nilai, untuk dapat mewujudkannya.

“Kita bisa ambil dana CSR. Ada dua perusahaan yang berjanji ke saya untuk bisa bantu kalau memang ada ide untuk bank sampah di Kota Bengkulu. Pertama PLTA Musi dan kedua Pertamina,” tandasnya. (JR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here