Sholat Berjamaah dari Mesjid ke Mesjid dan Desa ke Desa, Cara HELMI-MUSLIHAN serap Aspirasi Rakyat

0
21

BengkuluKito.Com,- Dalam Mewujudkan program kerja pasangan calon Gubernur/Wakil Gubernur nomor urut 1 HELMI-MUSLIHAN masih memprioritaskan cara-cara yang digunakan para pendahulu bangsa ini yang bergerak dari desa ke desa dan mesjid ke mesjid.

Gubernur dan Wakil Gubernur tidak saja membaca aspirasi dari laporan para anak buahnya di birokrasi, karena terkadang aparatur dalam penyampaian laporan dan aspirasi dengan metode Asal Bapak Senang (ABS) dan cenderung hanya formalitas belaka.

Cara yang paling sering digunakan oleh Helmi saat menjabat Walikota di periode pertama hingga saat ini adalah menjalankan sholat berjamaah dari mesjid ke mesjid. Biasanya sebelum atau setelah sholat berjamaah, Helmi Hasan menyempatkan diri untuk berdialog dan mendengar aspirasi dari para jamaah yang hadir.

“Mesjid disamping untuk kita sholat berjamaah juga bisa digunakan untuk musyawarah, pendidikan dan bentuk-bentuk yang berfaedah. Helmi Hasan sebagai Walikota Bengkulu selalu berkeliling dari mesjid ke mesjid dalam sholat berjamaah juga menyempatkan menyerap aspirasi masyarakat” cerita Ustadz Rahman Thamrin,S.Ag yang pernah mendampingi Helmi Hasan.

“Helmi Hasan selalu datang sebelum waktu sholat, menyempatkan bertanya kepada Imam Mesjid dan Jamaah tentang kondisi jalan dan insfrastruktur di lingkungan, terkadang juga diadakan dialog setelah sholat berjamaah. langkah ini menurut dia akan efektif disamping menerima laporan dari bawahan” tutur Ustd.Thamrin.

Tidak Jauh beda apa yang dilakukan oleh Muslihan Diding Soetrisno, jika Helmi Hasan menyerap aspirasi dari mesjid ke mesjid, Muslihan sepanjang menjabat Dandim Kota Bengkulu, Bupati Rejang Lebong dan Bupati Bengkulu Utara melakukan kunjungan rutin dari desa ke desa semasa jabatannya dalam menyerap aspirasi masyarakat. Hal ini dituturkan oleh mantan anak buahnya Yohanes saat Muslihan Diding Soetrisno menjabat Bupati Rejang Lebong.

“Pak Muslihan dulu terkadang kito dak tau dio kemano, tibo-tibo sayo dihubungi ajudan nyusul ke desa Barumanis kecamatan Bermani Ulu, dio lah disano ngumpul bersama warga sambil ngopi-ngopi mendengar keluhan warga, sayo jadi malu karena bupati duluan sampai daripada sayo” tutur Yohanes menjelaskan kisahnya.

Cerita ini dikuatkan oleh Rahmat Ali yang mantan Ajudan Muslihan Diding Soetrisno, menurutnya pola pak Muslihan menyerap aspirasi sangat cepat dan memustuskan kebijakan kalo berhubungan dengan masalah masyarakat pasti berpihak pada kepentingan masyarakat.

“seperti contoh ada aspirasi warga yang mengolah lahan di HPL Rena Jaya, warga rena jaya mengusulkan kepada bupati untuk dimekarkan Desa Giri Mulya menjadi 2 desa yakni Giri Mulya dan Rena Jaya. Saat itu Pak Muslihan membuat Keputusan bupati untuk membentuk Desa Persiapan Rena Jaya, buktinya sekarang desa Rena Jaya sudah tegak sendiri sebagai desa” terang Ali yang juga mantan Wakil Ketua DPRD Bengkulu Tengah ini. (ARL)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here