Proyeksi APBD 2021 Rp. 3,062 T, Jawaban Gubernur: Ada Kenaikan Tarif Dua Objek Pendapatan Pajak Asli Daerah

0
40

BengkuluKito.Com, – Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Provinsi Bengkulu, Dedy Ermansyah melalui Asisten II Pemprov Yuliswani, menyebut alasan peningkatan proyeksi pendapatan APBD 2021 sebesar Rp. 3,062 triliun, dikarenakan adanya kenaikan tarif pada dua objek pendapatan pajak asli daerah.

Hal ini disampaikannya menjawab pandangan umum Fraksi Demokrat, pada Rapat Paripurna dengan agenda Jawaban Gubernur Bengkulu terhadap pandangan umum fraksi-fraksi atas Raperda tentang RAPBD Provinsi Bengkulu TA 2021.

Penyampaian Jawaban Gubernur Bengkulu terhadap pandangan umum fraksi-fraksi atas Raperda tentang RAPBD Provinsi Bengkulu TA 2021.

Dikatakannya, terkait peningkatan pendapatan daerah TA 2021, peningkatan paling signifikan disebabkan karena adanya kenaikan pada Pendapatan Asli Daerah pada komponen pajak daerah.

Di mana, kata dia, ada kenaikan tarif pada dua objek pendapatan pajak asli daerah, yaitu PBB-KB yang sebelumnya 5 persen menjadi 10 persen (naik 100 persen) dan BBN-KB yang sebelumnya 10 persen menjadi 12,5 persen (naik 25 persen).

“Hal ini sesuai dengan Peraturan Gubernur Bengkulu Nomor 02 Tahun 2020 tentang Petunjuk Pelaksana Pajak Daerah,” ujarnya, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bengkulu, Jum’at (27/11/2020).

Ia menuturkan, adapun kondisi ekonomi nasional dan regional termasuk hasil realisasi pendapatan daerah tahun-tahun sebelumnya tetap menjadi pertimbangan.

Terkait fokus menghadapi COVID-19 dan menggairahkan aktifitas ekonomi, terang dia, bahwa penanganan pandemi COVID-19 akan tetap menjadi fokus utama Pemprov di tahun 2021.

“Hal ini sejalan dengan RKPD Provinsi Bengkulu tahun 2021, yaitu akselerasi pemulihan ekonomi daerah melalui pengembangan sektor infrastruktur dan sektor unggulan daerah serta penguatan pelayanan dasar,” jelasnya.

Berdasarkan hal tersebut, lanjutnya, salah satu fokus Pemprov Bengkulu di tahun 2021 adalah penguatan sektor kesehatan dan penguatan penanganan pandemi COVID-19 dengan menerapkan tatanan kehidupan normal baru yang produktif dan aman dari COVID-19.

Selain itu, melalui APBD TA 2021, ekonomi Bengkulu akan dipulihkan dengan program prioritas, yaitu:

1. Pembangunan dan pengembangan infrastruktur strategis.

a. Pengembangan Bandara Fatmawati-Soekarno,
b. Pembangunan ruas jalan baru antara Provinsi Bengkulu dengan Provinsi Jambi dan Provinsi Sumatera Selatan,
c. Melanjutkan tahapan pembangunan jalan Tol ruas Bengkulu-Lubuk Linggau,
d. Pengelolaan Pelabuhan Pulau Baai sebagai pelabuhan terintegrasi dengan kawasan industri.

2. Penyelesaian peningkatan ruas jalan provinsi di kabupaten dan kota.

3. Pengembangan sektor pariwisata daerah.

a. Pembangunan dan pengembangan Danau Dendam Tak Sudah menjadi kawasan wisata terpadu,
b. Pembangunan dan penataan kawasan wisata Pantai Panjang,
c. Penyelenggaraan event-event pariwisata berskala nasional dan internasional,
d. Peningkatan pemasaran pariwisata,
e. Penyiapan konsep new normal dalam kepariwisataan.

4. Pemasaran produk unggulan serta hilirisasi industri (kopi dan pabrik minyak goreng).

5. Penguatan sektor kesehatan.
6. Pembangunan SDM.
7. Menarik investasi sebesar-besarnya untuk menggerakkan ekonomi.

a. Penyederhanaan perizinan,
b. Pemanfaatan teknologi informasi dalam perizinan,
c. Promosi investasi daerah

8. Penataan lanjutan infrastruktur perkotaan.
9. Pengelolaan birokrasi yang profesional, berprestasi, produktif, berorientasi pelayanan publik, serta berintegrasi. (Adv)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here