Rapat Paripurna, Plt Gubernur Paparkan Proyeksi Belanja Daerah 2021

0
34

BengkuluKito.Com, – Pelaksa tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Dedy Ermansyah memaparkan proyeksi belanja daerah Tahun Anggaran 2021, dengan pendapatan daerah diproyeksikan sebesar Rp. 3,062 triliun, Kamis (26/11/2020).

Hal ini sampaikannya pada Rapat Paripurna ‘Penyampaian Nota Penjelasan oleh Gubernur Bengkulu Atas Raperda Tentang RAPBD Provinsi Bengkulu Anggaran 2021’ di Gedung DPRD Provinsi Bengkulu.

Plt Gubernur Bengkulu Dedy Ermansyah saat memaparkan proyeksi belanja daerah Tahun Anggaran 2021.

Dikatakan Dedy, kondisi perekonomian yang belum stabil akibat dampak COVID-19 sangat mempengaruhi APBD Provinsi Bengkulu Tahun Anggaran 2021.

Karena, sumber pendapatan daerah sebagian besar bersumber dari pemerintah pusat, yang mengakibatkan gerak fiskal untuk menunjang pelaksanaan berbagai program pembangunan sangat terbatas.

Di sisi lain, belanja daerah yang wajib dan bersifat mengikat seperti belanja pegawai dan belanja rutin perkantoran.

“Pemerintah Provinsi Bengkulu akan bersinergi dengan berbagai pihak untuk bersama-sama meningkatkan efektifitas, efisiensi dan produktifitas terhadap anggaran yang dimiliki,” ujarnya.

Menurut dia, selain tetap berusaha untuk meningkatkan, menggali, dan mengembangkan sumber-sumber pendapatan daerah, seraya terus melakukan upaya pengelolaan APBD secara lebih cermat, transparan dan akuntabilitas.

“Rancangan APBD Provinsi Bengkulu TA 2021 ini diharapkan kepada program kebijakan pembangunan sarana dan prasarana umum, kegiatan pelayanan kepada masyarakat baik di bidang peningkatan infrastruktur jalan, jembatan, irigasi, pendidikan, kesehatan, sosial, keagamaan, serta pelayanan pemerintahan lainnya,” jelasnya.

Ia menuturkan, Rancangan APBD Provinsi Bengkulu tahun anggaran 2021 terdiri dari Pendapatan Daerah, Belanja Daerah, dan Pembiayaan Daerah, yang dijabarkan dalam ringkasan anggaran pendapatan dan belanja daerah Tahun Anggaran 2021 sebagai berikut:

A. Pendapatan Daerah

Pendapatan daerah tahun 2021 diproyeksikan sebesar Rp. 3.062.274.137.387, yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp. 948 miliar, yang bersumber dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan bersih dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah.

Pendapatan Transfer sebesar Rp. 2.112.512.125.000, yang bersumber dari transfer pemerintah pusat yang terdiri dari dana perimbangan sebesar Rp. 2.093.680.000.877.

Dana transfer umum, dana bagi hasil sebesar Rp. 61.617.044.000. Dana transfer Rp. 1.253.924.758.000.

Dana transfer khusus fisik sebesar Rp. 201.289.535.000, Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik sebesar Rp. 576.849.540.000, dana insentif daerah sebesar Rp. 18.631.248.000, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah.

Dana lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp. 1.068.000.000 yang bersumber dari sumbangan dari pihak ke tiga dan sejenisnya.

B. Belanja Daerah

Belanja daerah dalam APBD Tahun 2021 diproyeksikan sebesar Rp. 3.052.194.137.387, yang dijabarkan sebagai berikut:

1. Belanja Operasi sebesar Rp.1.895.417.234.963, terdiri dari belanja pegawai sebesar Rp. 1.214.528.884.286.

2. Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp. 637.555.870.677

3. Belanja Hibah sebesar Rp. 43.332.480.000

4. Belanja Modal diproyeksikan sebesar Rp. 736.203.558.051

5. Belanja Tidak Terduga diproyeksikan sebesar Rp. 8 miliar.

6. Belanja transfer.

Belanja Bagi Hasil diproyeksikan sebesar Rp. 412.373.344.373, terdiri dari belanja bagi hasil pajak daerah kepada pemerintah kabupaten sebesar Rp. 328.525.464.370.

Belanja Bagi hasil pajak daerah kepada pemerintah kota sebesar Rp. 83.847.880.003.

C. Pembiayaan Daerah

Pembiayaan Daerah pada APBD tahun 2021 terdiri dari pendapatan dan pengeluaran pembiayaan yang diproyeksikan sebagai berikut:

Pendapatan pembiayaan sebesar Rp. 5 miliar, yang bersumber dari perkiraan sisa lebih perhitungan anggaran tahun anggaran 2020.

Pengeluaran pembiayaan sebesar Rp. 15.080.000.000 yang dialokasikan untuk penambahan penyertaan modal Pemerintah Provinsi Bengkulu ke Bank Bengkulu sebesar Rp. 15 miliar.

Kepada PT Asuransi Bangun Askrida sebesar Rp. 80 juta.

Selanjutnya, sesuai dengan hasil pembahasan KUA dan PPAS terdahulu, telah disepakati secara musyawarah ada beberapa item kegiatan yang mengalami penambahan, perubahan, dan pergeseran.

“Hal itu telah kami tindaklanjuti dan dituangkan dalam rancangan peraturan daerah dan rancangan peraturan gubernur tentang APBD tahun anggaran 2021,” ucap Dedy.

“Rancangan APBD Provinsi Bengkulu tahun anggaran 2021 ini sudah tentu memerlukan pembahasan yang mendalam dan kritis. Namun kami berharap dapat diterima dan diproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tandas Plt Gubernur Bengkulu. (Adv)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here