Pandangan Fraksi, PDIP Soroti Kapasitas RS M. Yunus Tampung Pasien COVID-19

0
32

BengkuluKito.Com, – Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyebut korban COVID-19 cenderung meningkat, dan kapasitas Rumah Sakit (RS) M. Yunus akhirnya tidak mampu menampung pasien.

Hal ini disampaikan pada Rapat Paripurna dengan agenda Pandangan Umum Fraksi terhadap Rancangan APBD Provinsi Bengkulu TA 2021, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bengkulu, Kamis malam (26/11/2020).

Fraksi PDIP saat menyerahkan pandangan umum fraksi kepada Ketua DPRD Ihsan Fajri.

Dikatakan Juru Bicara F-PDIP Sudirman Alip, agar pemerintah daerah dapat bersinergi dengan berbagai pihak untuk bersama-sama meningkatkan efektifitas, efisiensi, dan produktifitas terhadap anggaran yang dimiliki.

Selain tetap berusaha untuk meningkatkan, menggali, dan mengembangkan sumber-sumber pendapatan daerah, seraya terus melakukan upaya APBD secara lebih cermat, transparan, dan akuntabel.

Ia mengatakan, perlu disampaikan untuk menjadi perhatian serius Plt Gubernur Bengkulu, antara lain:

1. Bahwa akhir-akhir ini korban COVID-19 cenderung meningkat, hal ini mengakibatkan kapasitas Rumah Sakit Umum M. Yunus Bengkulu akhirnya tidak mampu menampung pasien korban COVID-19.

“Untuk itu, kami berharap kepada Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu untuk lebih memaksimalkan perannya guna mencegah penambahan korban COVID-19 di Provinsi Bengkulu,” ujarnya.

2. Bahwa pihaknya memberikan apresiasi yang tinggi pada Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu, karena sekaligus ditengah-tengah pandemi COVID-19 harus mampu melaksanakan pembangunan.

“Kami kira ini merupakan hal yang positif, mengingat ini persoalan kemampuan komunikasi yang baik Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu dengan lembaga-lembaga vertikal,” kata dia.

Sebut saja dengan Balai Jalan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sekaligus recofusing anggaran terjadi, tetapi untuk hajat hidup sektor ini tetap dipertahankan dan dijalankan.

3. Bahwa setiap akhir tahun atau bulan penutup tahun sering menjadi langganan terjadinya musibah bencana alam, baik skala kecil ataupun skala besar.

Untuk itu, lanjut dia, Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu perlu mempersiapkan pencegahan dan penanggulangan korban bencana alam.

“Kami yakin dengan pengalaman selama ini, maka Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu dapat meminimalisir dampak bencana,” ungkapnya.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrohmanirrohim, Fraksi PDIP menerima rancangan APBD Provinsi Bengkulu TA 2021 untuk dapat dibahas di tingkat selanjutnya,” tandasnya.

Selain itu Juru Bicara Fraksi Golongan Karya, Sumardi, dalam pandangan umumnya mengapresiasi dan mengucapkan selamat yang setinggi-tinggi kepada Gubernur Bengkulu yang telah mendapat penghargaan dari Bapenas, yaitu perencanaan pembangunan daerah nomor dua se-Indonesia.

Fraksi Partai Golkar saat membacakan dan menyerahkan pandangan umum fraksi.

Kedua, bahwa gubernur dalam tata kelola keuangan sudah mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tiga kali berturut-turut.

Masalah penanganan COVID-19 beserta dampak-dampaknya, lanjut Fraksi Golkar, tahun 2020 ini beliau (gubernur) sudah membeli PCR alat laboratorium untuk memeriksa orang yang terpapar maupun yang tidak terpapar COVID-19.

“Dan itu sudah ada di Rumah Sakit Umum Bengkulu dan tahun 2021 beliau akan melengkapinya dengan sarana-sarana pendukung dan penunjang yang berkaitan dengan PCR, sehingga kelancaran dalam penanganan COVID-19, serta menambah tempat tidur di rumah sakit,” bebernya.

“Karena rumah sakit rujukan COVID-19 sudah penuh, sebagaimana sudah disampaikan oleh Fraksi PDIP,” tambah dia.

Ia menyampaikan, setelah mempertimbangkan dengan cermat rancangan APBD Provinsi Bengkulu Tahun Anggaran 2021, maka Fraksi Partai Golongan Karya setuju rancangan peraturan daerah ini dibahas pada tingkat selanjutnya. (Adv)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here