Dilaporkan ke Bawaslu Provinsi, Kuasa Hukum SaHe: Rekaman Suara Itu Harus Diuji

0
614

BengkuluKito.Com, – Kuasa hukum Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong, Syamsul – Hendra (SaHe) menyebut pihaknya menghargai proses laporan yang ada, namun demikian jika bukti yang ada adalah rekaman suara maka harus diuji terlebih dahulu.

Demikian disampaikan Tarmizi Gumay, menanggapi dilaporkannya Paslon Syamsul – Hendra ke Bawaslu Provinsi Bengkulu, terkait dugaan melibatkan ASN dalam Pilbup Kabupaten Rejang Lebong.

“Kita hargai proses yang ada. Laporan itu harus ada bukti dan saksi, dan kalau buktinya itu rekaman harus ada uji forensik terlebih dahulu,” terangnya, yang akrab disapa Targum.

Ia menyebut, kalau misal buktinya rekaman suara harus ada uji forensik terlebih dahulu, suara itu suara siapa.

“Tentu yang bisa menguji itu kan ahli IT,” kata dia, Selasa (24/11/2020).

Targum menanyakan, yang dikatakan terstruktur, sistematis, dan masif itu yang bagaimana.

“Jadi silahkan, nanti kita lihat. Kalau kita kan sifatnya, belum tentu orang itu mendukung kita, karena kita ngak tau siapa itu kan,” ungkapnya.

“Bisa – bisa saja ada dugaan, ini kan namanya politik bisa terjadi. Jadi silahkan dibuktikan. Kita lihatlah perkembangan daripada laporan itu,” tambah dia.

Dirinya mengatakan, dari dulu pasangan SaHe itu menghargai proses yang ada, tidak pernah tidak menghargai.

“Kami sangat menghargai proses hukum, silahkan nanti diproses bagaimana nantinya. Kami kan ada hak juga,” tuturnya.

Soal upaya yang akan dilakukan, Targum menjawab, “kita harus lihat pembuktiannya dulu, lihat prosesnya bagaimana. Ketika prosesnya (berjalan) baru nanti kita lakukan langkah-langkahnya seperti apa. Kita lihat saja prosesnya bagaimana,”

“Jadi tidak ada hal-hal yang harus kita siapkan. Kita lihat prosesnya bagaimana dan kita hargai proses itu,” tutupnya. (JR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here