Di Rapat Paripurna, Plt Gubernur Sebut Penduduk Miskin Menurun, IPM Meningkat, dan WTP 3 Kali

0
30

BengkuluKito.Com, – Di tengah pandemi COVID-19 dan HUT ke-52, Provinsi Bengkulu masih menorehkan beberapa prestasi, diantaranya penduduk miskin di pedesaan menurun, Indeks Pembangunan Manusia (Meningkat), dan raihan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tiga kali berturut-turut.

Hal ini disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Dedy Ermansyah, pada Rapat Paripurna ke-1 DPRD Provinsi Bengkulu Masa Persidangan ke-3 Tahun Sidang 2020.

Rapat Paripurna HUT Provinsi Bengkulu ke-52 di Gedung DPRD Provinsi Bengkulu.

Dikatakan Dedy, berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1967 junto Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 1968, Bengkulu ditetapkan sebagai Provinsi pada tanggal 18 November Tahun 1968, yang dipisahkan dari wilayah Provinsi Sumatera Selatan dan menjadi provinsi ke-26 di Indonesia.

Perayaan ulang tahun Provinsi Bengkulu tahun ini mengangkat tema ‘Bengkulu Kreatif di Era Pendemi COVID’.

Tema ini, kata dia, mengandung makna dan pesan mendalam, bahwa komitmen Pemerintah Provinsi Bengkulu yang didukung oleh pemerintah kabupaten/kota serta segenap lapisan masyarakat Provinsi Bengkulu untuk tetap semangat bekerjasama menuju Bengkulu yang maju dan kreatif walaupun dalam menghadapi kondisi pandemi COVID.

Ia menuturkan, peringatan HUT Provinsi Bengkulu ke-52 ini mari jadikan momentum untuk bersyukur atas berdirinya Provinsi Bengkulu menjadi daerah otonom.

Sehingga, sejak tahun 1968 telah memperpendek jarak rentang kendali proses penyelenggaraan pusat pemerintah daerah saat itu yang berada di Palembang.

Karenanya, patut berterima kasih kepada para penggagas, pendiri, dan seluruh pihak yang membantu proses pembentukan daerah otonom Provinsi Bengkulu.

“Momentum peringatan ini mari kita gunakan juga untuk melakukan evaluasi, yaitu mengukur sejauh mana capaian terhadap maksud dan tujuan dari dibentuknya daerah otonom,” ucapnya, di Ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD Provinsi Bengkulu, Rabu (18/11/2020)

Pada usia yang ke-52 tahun ini, lanjut Dedy, tentunya sudah banyak capaian yang sudah diwujudkan. Karena itu, patut mensyukuri dan terhadap hal yang belum tercapai marilah seluruh komponen bersinergi untuk mewujudkannya.

Dedy menhelaskan, tantangan dalam pembangunan Provinsi Bengkulu, salah satunya adalah APBD yang tidak terlalu besar.

Hal ini harus dapat dijawab dengan segala potensi yang dimiliki oleh Provinsi Bengkulu, berupa limpahan lahan agraris, garis pantai yang panjang dengan potensi laut yang melimpah.

Berikutnya, yang tidak terlalu lama lagi dinikmati adalah tersedianya jalan tol yang menghubungkan provinsi dengan kota-kota besar lainnya.

Dengan adanya jalan tol, terang Dedy, tentunya akan banyak manfaat dan peluang yang akan muncul bagi masyarakat Provinsi Bengkulu.

Setidaknya pada aspek ekonomi, yaitu berupa penambahan jumlah wisatawan dari luar Bengkulu serta mudahnya arus transportasi orang dan barang.

Oleh karenanya, sejak saat ini pihaknya harus mempersiapkan untuk menyambut pemerintah beserta pengusaha, dan masyarakat harus bersinergi dan memperbaiki wajah daerah Bengkulu.

“Menyiapkan sarana dan prasarana yang mendukung, agar wisatawan yang datang ke Bengkulu merasakan kenyamanan dan selanjutnya ingin datang kembali,” jelasnya.

Dia menyebut, menempatkan pariwisata sebagai sektor prioritas merupakan rencana daerah yang sangat strategis. Pariwisata dapat memberikan perubahan untuk menstimulus dan memberikan nilai tambah terhadap pertumbuhan di sektor lain.

Pariwisata diharapkan mampu menjadi kekuatan pengungkit yang menggerakan pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan.

“Keberhasilan pembangunan di bidang pariwisata dipengaruhi oleh ketersediaan sumber daya pariwisata yang berkualitas dan tentunya sumber daya itu telah kita miliki,” ujarnya.

“Hanya saja kita harus lebih memaksimalkannya dan proses untuk itu tentu secara bertahap akan kita wujudkan,” tambah Dedy.

Dirinya mengatakan, berbagai tantangan dan permasalahan daerah serta nasional mewarnai perjalanan pembangunan sepanjang beberapa tahun terakhir.

Ditambah lagi pandemi COVID-19 yang sedang dihadapi.

Namun demikian, Provinsi Bengkulu masih mencatat beberapa prestasi antara lain persentase penduduk miskin di daerah pedesaan pada Maret 2019, sebesar 15,49 persen turun menjadi 15,16 persen pada Maret 2020.

“Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat pada tahun 2018 sebesar 70,64 persen, pada tahun 2019 menjadi 71,21 persen, dan masuk dalam kategori IPM tinggi,” sampainya.

Dedy menyebut, capaian IPM Bengkulu pada tahun 2019 telah mencapai target RPJMD, yang hanya 71,00 persen.

“Indikator IPM yang meningkat signifikan itu adalah indikator kesehatan yang diukur dengan usia harapan hidup, yakni meningkat menjadi 69,21,” sebutnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Bengkulu pada tahun 2020, kembali meraih predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia untuk laporan keuangan pemerintah Provinsi Bengkulu tahun 2019 dan meraih predikat WTP 3 tahun berturut -turut.

Status kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah secara nasional, berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri yang diterbitkan pada tahun 2020, Pemerintahan Provinsi Bengkulu pada tahun 2018 statusnya meningkat dibanding tahun 2017, dengan skor 20009581 dengan status kinerja tinggi.

“Kondisi capaian dan keberhasilan Provinsi Bengkulu di usia ke-52, tahun tersebut adalah sebuah hasil usaha dan do’a yang telah kita kerjakan bersama-sama,” tandasnya. (Adv)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here