Mantan Kadis Sosial dan Bendahara Kesra Bengkulu Selatan Divonis 2 Tahun Penjara

0
53

BengkuluKito.Com, – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bengkulu, akhirnya menjatuhkan vonis terhadap terdakwa mantan Kadis Sosial Bengkulu Selatan Heriyadi dan mantan Bendahara Kesra Nexke Yusita, 2 tahun penjara.

Disampaikan Kuasa Hukum terdakwa Heriyadi yakni, Syaiful Anwar, putusan tadi terdakwa dikenakan pidana penjara selama 2 tahun, denda Rp. 50 juta subsider 3 bulan kurungan penjara.

Kemudian, Uang Pengganti (UP) Rp. 319 juta dibagi dua, karena dua terdakwa masing-masing sebesar Rp. 159 juta.

Ia menyebut, dalam perkara tersebut terdakwa Heriyadi selaku KPA dan PPK, sedangkan terdakwa Nexke Yusita selaku Bendahara Pengeluaran Pembantu.

“Terhadap putusan tadi, kalau klien saya Heriyadi itu masih fikir-fikir dulu selama 14 hari ini,” ucapnya, Rabu (4/11/2020).

Terkait upaya hukum, Syaiful menjawab pihaknya berencana melakukan upaya banding, namun akan berdiskusi terlebih dahulu dengan kliennya.

“Iya banding. Pertimbangannya karena tuntutan itu 2 tahun, putusan 2 tahun, ya terlalu tinggi,” ujarnya.

Syaiful menuturkan, majelis hakim dalam perkara tersebut tidak ada melihat fakta persidangan.

“Di fakta persidangan kan ada pihak-pihak lain sebenarnya seperti PPTK yang bertanggung jawab dan itu dicantumkan di dalam amar pertimbangan putusan hakim bahwa ada peran PPTK. Seharusnya, hakim juga melihat semua itu tidak dipertanggungjawabkan pidananya itu kepada KPA. Walaupun KPA sebagai atasan dari PPTK,” jelasnya.

Karena ada peran pihak lain, kata Syaiful, seharusnya para PPTK bisa dijerat, bertanggung jawab terhadap kerugian negara yang ada tadi.

“Tapi kan ternyata tidak. PPTK itu ada 3 dan satu orang sudah meninggal dunia. Cuma mereka tidak disentuh sampai sekarang,” ungkapnya.

Meski demikian, terang Syaiful, majelis hakim tadi menyatakan bahwa barang bukti itu diserahkan kepada jaksa lagi untuk ditindaklanjuti.

“Ya mudah-mudahan saja bisa ada tersangka baru setelah putusan ini,” ujarnya.

Diketahui, saat menjadi tersangka keduanya sudah mengembalikan sebagian kerugian negara, masing-masing Heriyadi Rp. 100 juta dan Nexke Yusita Rp. 50 juta.

Terhimpun, kedua terdakwa divonis dalam perkara dugaan korupsi dana kegiatan Kesra di Pemda Bengkulu Selatan tahun 2015 dengan total anggaran senilai Rp. 2,2 miliar.

Dalam kegiatan tersebut, berdasarkan audit BPKP terdapat kerugian negara sebesar Rp. 315 juta.

Saat kegiatan, terdakwa Haryadi selaku Kabag Kesra Pemda Bengkulu Selatan dan Nexke Yusita sebagai bendahara pengeluaran pembantu. (JR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here