Nilai Kesehatan TMS, Peserta Tes CPNS Datangi Kantor Kejati Bengkulu

0
1041

BengkuluKito.Com, – Belasan peserta tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) ruang lingkup Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Sabtu siang (31/10/2020) mendatangi Kantor Kejati Bengkulu.

Kedatangan mereka ini diketahui untuk mempertanyakan salah satu hasil tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yakni tes kesehatan yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS)-1.

Sebelumnya, perwakilan peserta tes CPNS terlebih dahulu mendatangi Rumah Sakit Bhayangkara guna meminta hasil tes kesehatan, namun pihak RS menyatakan mau mengeluarkan hasil tes kesehatan peserta apabila ada surat rekomendasi dari pihak Kejati Bengkulu.

Salah seorang peserta tes CPNS, Novalia Nur Cahyani mengatakan, dirinya mendapat nilai SKB 88 dan total nilai akhir sebesar 80. Akan tetapi, dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dalam pengumuman yang dikeluarkan oleh Kejaksaan Agung RI.

Hasil akhir tes CPNS Kejaksaan Agung RI, atas nama peserta Novalia Nur Cahyani.

Dalam tes SKB, Novalia menyebut mengikuti seluruh rangkaian termasuk tes kesehatan dasar dan panitia daerah menyatakan peserta dari Bengkulu Memenuhi Syarat (MS).

“Tetapi setelah keluar pengumuman malah dinyatakan TMS,” ungkapnya.

Peserta lainnya, berinisial Pr menuturkan seleksi CPNS di Kejaksaan sangat tidak transparan lantaran banyak peserta dengan nilai tinggi yang bisa masuk ranking kuota yang dibutuhkan, malah diberi keterangan TMS-1.

“TMS-1 adalah Tidak Memenuhi Syarat, rata-rata di bagian kesehatan dasar.
Di mana kesehatan dasar menjadi penyebab utama kegagalan para peserta se-Indonesia,” terangnya.

Jika memang kesehatan menjadi masalah, lanjut Pr, harusnya dijelaskan secara seksama.

“Harapan kami, perankingan ulang dapat dilaksanakan,” ujarnya.

Ia menyebut, kesehatan dasar yang fatal adalah buta warna, penyakit kronis, dan narkotika.

“Kami sangat bisa membuktikan bahwa itu semua tidak terjadi di diri kami, namun sangat sulit untuk meminta hasil tes tersebut,” tambahnya.

Menurut dia, masa sanggah membutuhkan bukti untuk diupload. “Bukti tersebut yaitu hasil kami tes kesehatan di RS Bhayangkara,” tandasnya.

Hal senada juga disampaikan peserta inisial LA, bahwa peserta CPNS sangat dirugikan dengan yang di TMS kan.

“Hari senin ini peserta akan menyampaikan protes kepada pihak panitia Kejati Bengkulu untuk meminta klarifikasi atas hasil tes yang telah diumumkan panitia pusat,” sampainya.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan redaksi BengkuluKito.com masih berupaya menghubungi pihak Kejati Bengkulu melalui pesan WhatsApp, namun belum mendapat balasan. (JR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here