Hanya Muslihan yang Sudah Teruji Bebaskan Hutang Ribuan Petani Karet Se-Propinsi Bengkulu

0
82

BengkuluKito.Com,- Kunjungan dan Silaturahmi Calon Wakil Gubernur Bengkulu nomor urut 1 Muslihan Diding Soetrisno terus gencar dari desa ke Desa. Kunjungan tersebut termasuk desa-desa petani yang dulunya pernah berjuang dalam pembebasan hutang petani pada proyek TCSSP pinjaman Asian Development Bank (ADB) yang gagal panen.

Proyek yang dikelola kementrian perkebunan sejak tahun 1992 tersebut dirasakan petani saat itu terlilit hutang puluhan juta rupiah.

Ketua Serikat Tani Bengkulu (STAB) Hari Patono menceritakan sejarah hapusnya hutang petani TCSSP tersebut Berawal dari Perjuangan Petani TCSSP di Kecamatan Ketahun, Putri Hijau, Giri Mulya dan Padang Jaya yang mengadu kepada Bupati Bengkulu Utara yang saat itu dijabat oleh Muslihan Diding Soetrisno.

“Respon cepat Muslihan saat itu langsung turjun ke desa-desa dan mengunjungi kebun petani bersama dinas perkebunan untuk menyadap batang karet di kebun petani dan membuktikan secara langsung keluhan petani karet proyek TCSSP yang tidak menghasilkan getah” tutur Tokoh masyarakat yang berasal dari Suka Makmur, Putri Hijau, Bengkulu Utara.

Cawagub Nomor Urut 1 Muslihan Diding Soetrisno saat bersilaturahmi di Kecamatan Ketahun

Hari Patono melanjutkan kesaksiannya, Ternyata hasil sadapan karet tangan Bupati Bengkulu Utara membuktikan memang pohon karet para petani tidak mengeluarkan getah tersebut membuat Muslihan marah serta membentuk Tim penyelesaian Hutang Petani proyek TCSSP karena Gagal Panen.

“Kami kelompok tani dari beberapa kecamatan diundang di kantor bupati, saat pembentukan Tim tersebut, pak Muslihan langsung menandatangani surat Penghentian sementara pembayaran kredit hutang petani Karet se Kabupaten Bengkulu Utara” lanjut Hari Patono.

Mendengar ada bupati yang berani membuat surat tersebut, perjuangan petani TCSSP di Bengkulu Utara, tuntutan bebaskan hutang meluas ke Kecamatan Air Rami, Pondok Suguh Kabupaten Mukomuko, Kecamatan Talo Kabupaten Seluma hingga Desa Transmigrasi Air Sulau kabupaten Bengkulu Selatan.

”kami para petani yang ikut proyek TCSSP sepropinsi bengkulu ikut menerima hasil kebijakan dan perjuangan pak Muslihan, puluhan juta hutang para petani bisa bebas, karena kebijakan bunga berbunga sudah ditiadakan dan kami bisa menikmati dan menyekolahkan hingga lulus kuliah anak-anak kami” tutup Hari Patono.

“Rasanya tanpa ada keberanian pak Muslihan Berpihak kepada rakyatnya saat itu, mungkin kami sampai saat ini masih terlilit hutang. Jadi bagi kami para petani karet yang ikut merasakan hasil perjuangan pak Muslihan, maupun keluarga anak dan istri kami akan memilih Calon Gubernur Nomor Urut 1 Helmi Hasan yang berpasangan dengan Pak Muslihan Diding Soetrisno, karena sudah teruji berpihak pada Rakyat” tegas Hari Patono.  (CW1)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here