Penyuluhan Hukum PG4N, Arie: Waspada Peredaran Gelap Narkotika

0
68

BengkuluKito.Com, – Dosen Muda Fakultas Hukum Universitas Bengkulu (UNIB), Arie Elcaputera S.H., M.H., mengingatkan agar meningkatan kewaspadaan terhadap ancaman peredaran gelap narkotika ditengah-tengah masyarakat, terutama bagi generasi muda.

Hal ini disampaikannya saat menjadi narasumber penyuluhan hukum Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (PG4N), bersama dosen muda lainnya, Asep Suherman, S.H., M.H., dan Pipi Susanti, S.H., M.H., bertempat di Yayasan Peduli Sosial Nasional (PESONA) Kota Bengkulu, Jum’at (23/10/2020).

Penyuluhan Hukum PG4N, dalam rangka Pengabdian Masyarakat Fakultas Hukum Universitas Bengkulu.

Dijelaskan Arie, narkotika merupakan zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintesis maupun semi sintesis.

Zat atau obat tersebut dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Ketersediaannya perlu dijamin untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan/atau pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Di sisi lain, narkotika rentan untuk disalahgunakan oleh setiap orang sehingga dapat menimbulkan permasalahan hukum.

Peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika di dalam masyarakat masih saja terjadi.

Tercatat, dari awal tahun 2017 hingga sekarang kurang lebih ada sekitar 3.658 kasus dengan jumlah tersangka 5.415 dan total jumlah penyalahguna sebanyak 27.127 orang.

Data tersebut diperoleh dari situs resmi Badan Narkotika Nasional (BNN).

Arie mengatakan, tingginya angka penyalahguna dibandingkan dengan jumlah tersangka maupun jumlah kasus narkotika yang terjadi harus menjadi catatan khusus bagi semua pihak.

Hal itu agar dapat melakukan perlawanan dan pencegahan terhadap peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika, karena dapat merusak generasi bangsa.

Ia menyampaikan, perlu adanya peningkatan kewaspadaan terhadap ancaman peredaran gelap narkotika ditengah-tengah masyarakat terutama bagi generasi muda.

Karena, dampak dari penyalahgunaan narkotika tidak hanya akan merugikan diri sendiri tetapi berdampak pula pada kehidupan masyarakat, bangsa dan negara.

“Bahaya yang ditimbulkan pun dapat menyebabkan kerusakan pada organ dalam tubuh maupun perubahan pola perilaku dalam kehidupan sosial,” ujarnya.

Dilihat dari potensi yang ditimbulkannya, terang Arie, narkotika dibagi menjadi tiga golongan.

Golongan I hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan.

Golongan II adalah Narkotika berkhasiat pengobatan digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan.

Golongan III adalah Narkotika berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan.

“Setiap penyalahguna narkotika dapat dipidana dengan pidana penjara. Sebab ada ancaman sanksi pidana yang menanti terhadap seseorang yang melakukan penyalahgunaan narkotika,” terangnya.

Sanksi tersebut, kata Arie, dibagi berdasarkan golongan narkotika yang disalahgunakan.

Untuk narkotika Golongan I diancam pidana maksimal selama 4 tahun, Golongan II diancam pidana maksimal selama 2 tahun, dan Golongan III diancam pidana maksimal selama 1 tahun.

“Ancaman pidana tersebut sebagaimana dimuat dalam Pasal 127 UU No. 35 Tahun 2009,” jelasnya.

Ia menyebut, ancaman sanksi pidana diperlukan agar orang tidak lagi melakukan penyalahgunaan narkotika, dan bangsa Indonesia bisa terbebas dari peredaran gelap narkotika.

Diketahui, Yayasan Peduli Sosial Nasional (PESONA) Kota Bengkulu adalah lembaga yang memberikan fokus perhatian di bidang Kesehatan masyarakat, penyakit menular, HIV/AIDS, Narkoba dan obat-obatan lainnya melalui pemberdayaan dan pendampingan.

Salah satunya terhadap pelanyalahguna Narkotika dan Obat-obatan lainnya.

Terhimpun, penyuluhan hukum yang dilaksanakan tersebut berjalan lancar dan kondusif. Para peserta begitu antusias mengikuti acara dari awal hingga akhir.

Selain melakukan penyuluhan, pada kesempatan yang sama dilakukan pula tanya jawab berkenaan dengan tema yang dibawakan oleh narasumber. (JR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here