Bernilai Ekonomis, Warga PUT Kembangkan Budidaya Madu Kelulut

0
220

BengkuluKito.Com, – Tiga tahun sudah, Doni Gusnawan warga Kelurahan Padang Ulak Tanding Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu memulai budidaya Lebah Kelulut.

Di halaman belakang rumahnya yang cukup luas dan banyak ditumbuhi pepohonan, tampak puluhan ‘rumah mini’ yang letaknya tidak beraturan. Di sekitarnya, tampak hewan-hewan kecil terbang lalu-lalang.

Pembudidaya Lebah Kelulut, Doni Gusnawan.
‘Rumah mini’, wadah budidaya Lebah Kelulut.

Rumah-rumah mungil itu memiliki tiang tunggal berupa potongan kayu dengan panjang sekitar 1 meter dan diameter 30 sentimeter. Di atasnya terdapat penutup berupa atap.

“Ini adalah sarang Lebah Kelulut,” ujar pria 45 tahun ini, Jum’at (23/10/2020).

Menurut Doni, ada sekitar 60 sarang kelulut miliknya. Semua sarang berpenghuni dan menghasilkan madu yang berkualitas.

Kelulut adalah sejenis lebah dengan ukuran lebih kecil dan tanpa sengat. Ia memiliki nama lain Trigona atau Klanceng.

Madunya memiliki rasa manis, manis asam dan manis asam pahit. Sedikitnya ada sekitar ratusan jenis kelulut di Indonesia.

Semua berawal dari kesenangannya melihat lebah-lebah beterbangan mencari makan dalam menghasilkan madu.

Kemudian, Ia mencari tahu tentang cara penangkaran lebah kelulut di internet.
Setelah mendapat banyak informasi, Doni memulai usahanya tersebut.

“Tepatnya Oktober 2017, Alhamdulillah hingga saat ini sudah menghasilkan,” ungkap Doni.

Minim kendala untuk memulai usaha ini, kata Doni, tahap pertama yang harus dilakukan adalah mencari batang pohon yang ada koloni kelulutnya.

“Lebah jenis ini biasanya membuat sarang di batang pohon yang sudah mati atau lapuk. Pohon karet, mangga dan kelapa adalah habitat umumnya,” kata dia.

Doni mengatakan, batang kayu tersebut dipotong sepanjang 1,5 hingga 2 meter. Jangan sampai potongan mengenai sarang yang ada dalamnya.

Setelah itu, potongan kayu ditegakkan. Biarkan lebah-lebah kembali dan berkumpul ke sarang hingga sore hari.

“Waktu yang paling tepat membawa potongan kayu berisi koloni lebah adalah pada malam hari atau selepas maghrib,” jelas Doni.

Ke esokan harinya, lanjut Doni, potongan kayu tersebut harus diberi atap sehingga terlindung dari air hujan.

Di atap tersebut juga dibuat kotak yang dasarnya dilubangi sehingga menyatu dengan lubang sarang kelulut di potongan batang pohon.

Nantinya, kotak tersebut menjadi tempat bagi lebah dalam menghasilkan madu-madunya.

Menurut Doni, tidak ada kendala berarti pada usahanya tersebut. Gangguan berupa hama seperti katak, cicak dan semut kerap terjadi. Namun semuanya dapat diatasi.

Perawatannya juga tergolong gampang, sehingga tidak membutuhkan banyak tenaga kerja.

“Mencari batang pohon yang ada koloni lebah dan pembuatan atap, kita pakai tenaga kerja, lainnya saya tangani sendiri,” ucap Doni.

Madu kelulut yang berada di kotak penangkaran ini bisa dipanen setelah berusia 1 hingga 3 bulan. Namun, di bulan-bulan tertentu masa panen bisa lebih cepat.

“Februari hingga Agustus biasanya kita panen raya,” tuturnya. “Di bulan tersebut sedang musim bunga, sehingga ketersediaan makanan bagi kelulut sangat melimpah,” sambung dia.

Doni menerangkan, satu sarang bisa menghasilkan madu sekitar 1 liter. Ia juga pernah memanen madu hampir 3 liter per sarang (log). Madu-madu hasil panen tersebut dikemas dalam botol.

Saat ditanya omzet per bulan, Doni tidak memberi jawaban pasti. Ia hanya mengatakan, selama tahun 2020 ini telah menjual 50 liter madu miliknya.

“Bisa dihitung sendirilah berapa duit itu,” ucapnya, sambil tertawa.

Pemasaran madu kelulut ini juga tidak sulit. Ia mendistribusikannya hampir ke seluruh wilayah Bengkulu. Masyarakat juga sudah tahu manfaat dari madu ini.

Doni menceritakan, ada penderita maag akut sebagai konsumennya. Setelah mengonsumsi madu kelulut, gangguan lambungnya hilang sama sekali. Begitu juga dengan penyakit diabetes.

“Penderitanya sembuh total setelah rutin minum madu ini,” sampainya.

Selain itu, wabah Virus Corona (COVID-19) yang melanda saat ini, juga mendatangkan berkah tersendiri bagi pembudidaya madu kelulut.

Konsumen berbondong-bondong membeli madu kelulut untuk meningkatkan ketahanan tubuhnya dari serangan virus.

“Bisa saya katakan, stok madu kelulut saat ini tidak banyak. Peminatnya sangat banyak,” pungkas dia. (Yg)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here