Kuasa Hukum KPU pertanyakan Izin Pimpinan Kalapas Sukamiskin Untuk menjadi Saksi Paslon Agusrin-Imron

0
414

Bengkulukito.com,- Setelah mediasi dalam Musyawarah Penyelesaian Sengketa Pemilihan antara paslon Agusrin M Najamudin – Imron Rosyadi (Agusrin-Imron) terhadap Komisi Pemilihan Umum Provinsi Bengkulu, Rabu (7/10/2020) gagal mencapai kesepakatan.

Sidang pada hari Kamis (8/10/2020) gugatan paslon Agusrin-Imron tersebut telah berlanjut ke Musyawarah Penyelesaian Sengketa Pemilihan secara terbuka.

Saat sidang mendengarkan keterangan saksi Hari  Sabtu (10/10/2020),  berlanjut dengan Musyawarah Penyelesaian Sengketa Pemilihan Nomor Register : 01/PS.Reg/17/X/2020 antara bakal pasangan calon Agusrin M Najamudin dan Imron Rosyadi sebagai Pemohon terhadap Komisi Pemilihan Umum Provinsi Bengkulu sebagai Termohon, dengan agenda mendengarkan keterangan keterangan saksi atau ahli pemohon yang dinyatakan terbuka untuk umum.

Pihak Pemohon menghadirkan Saksi Ahli Dr. Budyono, SH., MH (Ahli Hukum Tata Negara  dari Fakultas Hukum Universitas Lampung) dan Saksi Fakta Thurman Saud Marojahan Hutapea (Kalapas Sukamiskin).

Musyawarah Penyelesaian Sengketa Pemilihan secara lengkap paslon Agusrin-Imron terhadap KPU Provinsi Bengkulu dapat dilihat secara live melalui channel youtube BENGKULU BAWASLU.

Atas keterangan Saksi Ahli dan Saksi Fakta tersebut, A. Yamin, SH., MH, Kuasa Hukum KPU Provinsi Bengkulu menerangkan keberatan atas keterangan Saksi Ahli dan Saksi Fakta tersebut.

“keterangan saksi fakta itu membuat kami, tim kuasa hukum KPU Provinsi Bengkulu sangat keberatan atas legal standing saksi fakta yang dihadirkan oleh tim penasehat hukum pasangan calon Agusrin – Imron dikarenakan, pertama status saksi fakta Thurman Saud Marojahan Hutapea sebagai ASN dan kami mempertanyakan ada atau tidak izin pimpinannya terhadap kapasitasnya di pokok perkara persidangan pada tanggal 10 Oktober ke Bengkulu ini” terang Advokat yang biasa dipanggil Omeng..

Ditambahkan Yamin, dalam persidangan tadi kami mempertanyakan legalitas beliau, karena beliau tidak bisa menunjukkan izin pimpinan beliau, misalnya ijin Menteri, karena beliau adalah Kalapas Sukamiskin, yang berada di Provinsi Jawa Barat. Dia harus mempunyai ijin dari Mentri Hukum dan HAM.

“Kami di awal memberi masukan kepada pimpinan, Ketua Bawaslu yang memimpin sidang tersebut agar menanyakan legalitas saksi fakta ini” helasnya,

Terhadap fakta, keberatan Termohon (KPU Propinsi-red) menerangkan terbukti di persidangan tadi, saksi fakta Thurman Hutapea ini  baru menjabat sebagai Kalapas Sukamiskin, bulan Juni 2020. Sementara Pak Agusrin itu masuk di Lapas Sukamiskin di tahun 2012.

“Mana bisa kita menganalisa keterangan saksi fakta ini di pokok persidangan karena beliau bukan orang yang melihat, mendengar, hanya buka berkas. Kemudian mengeneralisir di fakta persidangan, mengatakan Tim Verifikasi KPU datang ke sana (Lapas Sukamiskin, red) seolah-olah membujuk agar membuat surat bahwa agar membuat tulisan bebas murni, nah itu kami keberatan” tegas Yamin.

“Sementara sangat jelas, Thurman Hutapea itu sendiri yang menanda tangani surat bebas murni. Itu sama dengan Thurman Hutapea itu menjilat ludah dia sendiri, itu fakta loh,” terang Yamin mengulangi keterangan Saksi Fakta tersebut.

“Bahwa Tim Kuasa Hukum bukan mengada-ngada, perlu dicatat karena sidang tersebut live streaming youtube yang dilakukan oleh Bawaslu. Itu boleh dibuka. Itu sangat fakta. Itu keterangan dia (Thurman Hutapea, red). Jadi cukup tidak beralasan dia, keterangan itu cukup cacat hukum. wajib pihak Bawaslu menolak/tidak menerima. Tetapi karena kita menghormati proses persidangan tersebut” lanjut Yamin.

” kita tidak mungkin mengintervensi pimpinan karena dia yang mempunyai wilayah kewenangan untuk mengatur proses persidangan tersebut. Kita sebagai termohon sangat menghormati itu. Jadi itu keterangan kami dari Tim Kuasa Hukum menceritakan fakta persidangan,” tutup Yamin.

Sementara itu, hari ini persidangan mendengarkan keterangan saksi fakta dan ahli dari Termohon KPU Propinsi Bengkulu. (CW1)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here