Sanksi Pergub tentang Disiplin Protokol Kesehatan Resmi Berlaku!

0
61

BengkuluKito.Com, – Sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan resmi berlaku, usai dilauncing Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 22 Tahun 2020, Kamis (1/10/2020).

Salah seorang warga yang kedapatan tidak menerapkan disiplin protokol kesehatan dan diberi sanksi sosial membersihkan area sekitar Pantai Panjang.

Launching Pergub tentang Penerapan Disiplin Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian COVID-19, dilakukan oleh Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Dedy Ermansyah, di kawasan Pantai Panjang Kota Bengkulu.

Plt Gubernur, Dedy Ermansyah saat melaunching Pergub Nomor 22 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian COVID-19.
Plt Gubernur Dedy Ermansyah bersama pihak terkait diantaranya Polri, TNI, Kejaksaan, dan Satpol PP.

Usai gencar disosialisasikan, mulai 1 Oktober 2020 sanksi bagi yang melanggar protokol kesehatan mulai berlaku.

Bagi perorangan yang melanggar Pergub No. 22 tahun 2020, pertama akan diberikan teguran lisan atau teguran tertulis.

Kemudian kerja sosial membersihkan sarana umum atau dikenakan denda administratif Rp. 100 ribu.

Sementara itu, bagi pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum akan diberikan teguran lisan atau teguran tertulis, penghentian operasional sementara usaha dan pencabutan izin usaha atau dikenakan denda administratif Rp. 1 juta.

Disampaikan Dedy, dirinya berharap Pergub ini menimbulkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Provinsi Bengkulu.

Karena, kata Dedy, disiplin menerapkan protokol kesehatan ini tujuannya untuk melindungi individu itu sendiri dan mencegah penularan kepada orang lain.

“Penyebaran COVID-19 masih tinggi di Provinsi Bengkulu, kita berusaha sekuat tenaga bagaimana memutus mata rantai penyebaran virus ini,” ungkapnya.

“Kami juga meminta bantuan dari media untuk mensosialisakan hal ini kepada masyarakat, sehingga menjadi gerakan bersama mencegah dan menghentikan penyebaran COVID-19,” tambah dia.

Dirinya juga berpesan penegakan Pergub ini dilakukan secara humanis.

Selain itu, Kapolda Bengkulu Irjen Pol Teguh Sarwono mengatakan penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan penting dilakukan karena masih ada masyarakat yang melanggar.

Ia menyebut, Polri dan TNI akan mensupport dan memback-up satpol PP sebagai pelaksana utama agar penegakkan hukum ini agar berjalan baik.

“Selama ini 2 minggu pertama operasi yustisi kita hanya menegur. Selama 2 minggu tersebut kita telah melakukan peneguran kepada 4373 pelanggar. Hari ini kita mulai untuk penegakan hukumnya,” tegas Kapolda.

Teguh berharap Pergub ini dapat ditingkatkan menjadi Perda untuk memperkuat pelaksana yaitu Satpol PP melakukan penegakan disiplin protokol kesehatan.

Terhimpun, awal pemberlakuan sanksi lewat operasi yang digelar di kawasan Pantai Panjang masih didapatkan para pengendara yang tidak menggunakan masker.

Para pelanggar ini kemudian didata lalu diberikan sanksi membersihkan kawasan pantai dengan menggunakan rompi orange bertuliskan pelanggar protokol kesehatan COVID-19. (JR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here