Dinilai Menyalahgunakan Wewenang, KPU Rejang Lebong Diminta Klarifikasi

0
82

BengkuluKito.Com, – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rejang Lebong (RL) diminta memberikan penjelasan, klarifikasi dan informasi, lantaran sudah menyampaikan hasil swab salah seorang bakal calon wakil bupati yang dinyatakan positif COVID-19 kepada publik melalui media massa, pada saat pendaftaran pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati RL.

Hal tersebut dinilai sudah menyalahgunakan kewenangan yang dimiliki KPU RL.

Demikian disampaikan Tim Kuasa Hukum Fikri-Samuji, Riyan Franata saat digelar konferensi pers, di Balai PAN Curup, Senin (7/9/2020).

Dikatakan Riyan, pada 4 September 2020 kemarin, KPU Kabupaten Rejang Lebong menyampaikan hasil swab salah satu balon wakil bupati ke media massa.

“Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 Pasal 57 Ayat 1 pada pokoknya menyebutkan, ‘setiap orang berhak atas rahasia kondisi kesehatan pribadinya yang telah dikemukakan kepada penyelenggara pelayanan kesehatan’,” jelas dia.

Kemudian, lanjut Riyan, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Dalam Pasal 54 Ayat 1 disebutkan, ‘setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mengakses dan/atau memberikan informasi yang dikecualikan sebagaimana diatur dalam Pasal 17 huruf a, huruf b, huruf d, huruf f, huruf g, huruf h, huruf i, dan huruf j dipidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun dan pidana denda paling banyak Rp. 10.000.000′.

Lalu, Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.01/Menkes/199/2020 tentang Komunikasi Penanganan COVID-19,
halaman 6 huruf f angka 3, poinnya data dan identitas pasien tidak disebarkan ke publik.

Hal itu hanya dapat disampaikan setelah mendapat persetujuan dari pemerintah pusat, dan hanya disampaikan oleh juru bicara COVID-19 pemerintah daerah.

“Bahwa sepanjang pengetahuan kami, pada tanggal 4 September 2020 belum ada pemberitahuan resmi dari gugus tugas penanganan COVID-19 Kabupaten Rejang Lebong mengenai hasil swab salah satu balon Wakil Bupati RL yang dinyatakan positif,” sampai Riyan.

Dia menuturkan, bahwa KPU Kabupaten RL telah menyampaikan melalui media massa hasil tersebut dengan identitas lengkap dan jelas, bahkan tanpa menggunakan inisial.

Riyan menyebut, KPU hanya diberi kewenangan untuk menerima berkas persyaratan bakal calon (salah satunya hasil swab) dan tidak punya kewenangan untuk menyampaikan hasil swab tersebut.

“Jika itu dilakukan, menurut hemat kami KPU Kabupaten Rejang Lebong telah melakukan penyalahgunaan wewenang (abuse of power), melanggar peraturan perundang-undangan dan menyalahi etika penyelenggara pemilu,” terang Riyan.

“Karena itu kami selaku tim hukum dari M.Fikri Thobari dan Tarsisius Samuji secara resmi meminta penjelasan, klarifikasi dan informasi mengenai penyampaian hasil swab yang disampaikan oleh KPU Kabupaten Rejang Lebong tersebut,” tandasnya.

Hingga berita ini dipublish, redaksi BengkuluKito.Com, sudah mencoba menghubungi pihak KPU Rejang Lebong, namun belum mendapatkan balasan. (JR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here