Heri Ifzan: Lahan di Bentiring Itu Titik Awalnya Peta Ukur BPN

0
92

BengkuluKito.Com, – Terkait polemik lahan seluas 8,6 hektare di Bentiring yang diklaim sebagai aset milik Pemerintah Kota Bengkulu, mantan Ketua Pansus Aset di DPRD kota, Heri Ifzan, mengatakan jika titik awal lahan tersebut adalah peta ukur, Senin (13/7/2020).

“Masalah lahan yang ada di Bentiring ini, titik awalnya itu ketika ada peta ukur tentu dasarnya itu kan kwitansi. Jadi ketika ada pembelian, tentu BPN itu melakukan pengukuran lahan atas dasar pembelian itu,” terangnya.

Heri menyebut, tidak mungkin peta ukur itu ada tanpa adanya kwitansi atau sebaliknya.

“Kalau memang peta ukur ini ada tanpa kwitansi kan tidak mungkin, atau kwitansi hadir tanpa peta ukur. Sekarang pertanyaannya, hadirnya peta ukur dari BPN yang sekarang yang menjadi dasar Pansus mengatakan itulah lahan Pemkot, kan adanya penggunaan dana APBD ini,” ungkapnya.

“Dana APBD ini digunakan, dibelikan lahan untuk menjadi aset daerah. Peraturannya kan jelas, bahwa setiap aset yang didapat baik dari hibah maupun menggunakan APBD secara otomatis menjadi aset daerah,” tambah dia.

Menurut Heri, ketika sudah menggunakan APBD artinya aset itu betul-betul milik daerah.

“Kalau mereka mengatakan tidak terdaftar ke pencatatan aset, ini lain persoalan. Kenapa saya bilang lain persoalan, seharusnya orang-orang aset ini tugas mereka digaji negara itu untuk melakukan pendataan ini,” ujarnya.

“Beruntung mereka ini, seharusnya mengucapkan terimakasih dengan kami Pansus. Karena Pansus sudah membantu memberikan data punya Pemda. Seharusnya dari dulu mereka sudah melakukan pendataan, pengarsipan, sekaligus pengamanan dan pemagaran. Seharusnya,” pungkas Heri. (JR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here