Polisi Gelar Sidang Diversi Anak Pencuri Hasil Perkebunan PTPN VII

0
79

BengkuluKito.Com, – Satreskrim Polres Seluma, Rabu kemarin (8/7/2020 ) resmi menggelar sidang diversi terhadap anak di bawah umur yang melakukan pencurian hasil perkebunan milik PTPN VII di Afdeling Inti Blok 13 yang terjadi pada, Sabtu 4 Juli 2020 sekira pukul 18.30 WIB.

Pelaksanaan sidang diversi digelar di ruang Aula Satreskrim Polres Seluma.

Sidang tersebut dihadiri beberapa pihak terkait, diantaranya Ipda Catur Teguh, Parid (Perwakilan dari PTPN VII Talo-Pino), Nawawi (KA Satpam PTPN VII Talo-Pino), Edi Maulana (Waka Satpam PTPN VII Talo-Pino).

Kemudian, AS (pelaku) bersama orang tua, RF (pelaku) bersama orang tua, AM (pelaku) bersama orang tua, RA (pelaku) bersama orang tua.

Lalu, Wihatman (Bapas), Neliya Sari (Bapas), Umu Krisna (Bapas), Elberty (Bapas), Dodi Harpanto (Pemdes Bakal Dalam), Ramlan (Sekdes Tebat Sibun), serta Ausin (Kades Pering Baru).

Hasil sidang diversi dinyatakan berhasil dan Sat Reskrim Polres Seluma segera meminta penetapan hasil diversi di Pengadilan Negeri Tais Kabupaten Seluma.

Anak pelaku menyatakan sanggup mengikuti bimbingan berupa pengajian/sholat berjamaah di masjid setiap hari selama 6 (enam) bulan.

Orang tua anak pelaku sanggup membimbing dan membina anak pelaku untuk tidak mengulangi perbuatannya, serta anak pelaku diserahkan kembali kepada orang tua untuk dilakukan pembinaan.

Disampaikan Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Sudarno, sesuai dengan Pasal 5 UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA), ditentukan bahwa sistem peradilan anak wajib mengutamakan pendekatan keadilan restorative.

Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Sudarno.

“Undang-undang ini juga memberikan kepastian hukum atas penyelesaian perkara pidana di luar pengadilan melalui diversi,” terang Sudarno, Sabtu (11/7/2020).

Dia menjelaskan, diversi itu memiliki beberapa tujuan diantaranya mencapai perdamaian antara korban dan anak, menyelesaikan perkara anak di luar proses peradilan, menghindarkan anak dari perampasan kemerdekaan, dan menanamkan rasa tanggung jawab kepada anak. (JR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here