Gugus Tugas Waspadai Potensi Klaster Baru Pasar Minggu

0
39

BengkuluKito.Com, – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Bengkulu mewaspadai potensi adanya klaster baru penyebaran virus korona di Pasar Minggu Bengkulu, Sabtu (11/7/2020).

Hal itu setelah salah seorang pedagang yang beraktivitas di pasar tersebut, dikonfirmasi positif terinfeksi korona dari hasil swab dengan nomor kasus 157.

Pasien tersebut adalah laki-laki umur 66 tahun alamat Kota Bengkulu. Mengalami gejala klinis seperti sesak nafas, flu, demam dan lesu. Saat ini melakukan isolasi mandiri.

“Kita waspada jangan sampai ada klaster baru, seperti kasus 157 ada kaitan dengan aktivitas sebagai pedagang di Pasar Minggu. Kita harapkan jangan sampai nanti ada klaster baru, klaster Pasar Minggu,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni.

Atas temuan itu, Gugus Tugas telah melakukan langkah mengantisipasi tranmisi lokal di Pasar Minggu dengan melakukan tracing terhadap pedagang yang memiliki kontak erat terhadap pasien 157.

“Segera dilakukan tracing oleh Tim Dinkes Kota Bengkulu dan jajaran, supaya nanti tidak ada kasus-kasus orang yang pernah kontak terinfeksi tidak dilakukan tracking dan tracing. Tindakan cepat harus kita lakukan,” ujar Herwan.

Atas temuan kasus tersebut, Herwan mengatakan, upaya pencegahan dari individu maupun kelompok yang beraktivitas di pasar wajib dilakukan, bersamaan dengan penerapan protokol kesehatan yang disiplin.

Ia berharap, anjuran pemerintah seperti wajib menggunakan masker, selalu mencuci tangan, menjaga jarak fisik, serta menghindari kerumunan benar-benar dilakukan seluruh masyarakat agar tidak terjadi lonjakan kasus positif korona.

“Ya tentu kami selalu melakukan upaya, yang paling tepat adalah upaya pencegahan secara individu dan kelompok,” kata dia.

“Diharapkan juga yang ingin datang ke pasar benar-benar orang yang sehat, orang yang sedang sakit maupun memiliki penyakit penyerta sebaiknya jangan pergi ke pasar. Itu kunci memutus penyebaran COVID-19,” tandasnya. (CW1)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here