Polisi Buru Aktor Utama Illegal Logging

0
47

BengkuluKito.Com, – Jajaran Polres Mukomuko akan memburu aktor utama pelaku illegal logging atau pembalakan liar yang terjadi di wilayah hukum Polres Mukomuko dalam waktu sesingkat mungkin, Jum’at (10/7/2020).

Hal ini dilakukan agar menimbulkan efek jera bagi oknum lainnya yang berencana akan melakukan hal serupa.

Demikian disampaikan Kapolres Mukomuko, AKBP Andy Arisandi, di Aula Mapolres Mukomuko.

Kapolres Mukomuko, AKBP Andy Arisandi.

”Aktor utama illegal logging di Mukomuko akan kami ungkap dan buru secepatnya,” ujar Andy, dilansir dari tribratanewsbengkulu.com

Dia menjelaskan, aktor utama illegal logging ini bisa orang yang menjadi pemodal ataupun orang yang menampung kayu hasil illegal logging.

“Logikanya, tidak mungkin ada aktivitas illegal logging kalau hasilnya tidak ada yang menampung,” terangnya.

Dirinya meminta kepada masyarakat, agar dapat bersabar dan memberikan waktu serta dukungan kepada pihak kepolisian untuk mengungkap dalang dari aktivitas illegal logging yang terjadi wilayah Mukomuko.

“Doakan kami juga supaya bisa dan diberikan kemampuan serta kekuatan untuk mengungkap kejahatan ini,” pintanya.

Kapolres menjelaskan, sebelumnya pada Selasa lalu (30/6/2020) sekira pukul 13.00 WIB, Satuan Reskrim Polres Mukomuko melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap dua orang terduga pelaku illegal logging yang sedang beroperasi di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) Ipuh II tepatnya di wilayah Pondok Sungguh.

Adapun identitas kedua pelaku masing-masing berinisial RA warga Penarik dan MS warga Sungai Rumbai.

“Pada saat penangkapan, terduga pelaku ini sedang melakukan aktivitas penebangan. Di lokasi kita temukan chainsaw, sekitar 2 kubik kayu yang sudah berbentuk papan dan balok kayu,” kata dia.

“Setelah itu kita lakukan cek titik koordinat, ternyata benar lokasi mereka menebang kayu berada di kawasan HPT. Keduanya berikut barang bukti lain langsung kita amankan,” tambah Kapolres.

Disampaikannya, pengungkapan serta penangkapan kasus illegal logging tersebut bermula dari laporan mitra Polres Mukomuko dalam hal ini Unit Pelaksana Teknis Kesatuan Pengelola Hutan Produksi (UPT-KPHP) Mukomuko, bahwa ada dugaan aktivitas illegal logging.

Kemudian, pihak Polres Mukomuko langsung merespon dan menerjunkan tim dari Reskrim menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Ketika tim tiba di TKP, ternyata benar ada aktivitas penebangan yang dilakukan kedua terduga pelaku ini,” kata Andy.

Kapolres menerangkan, kedua terduga pelaku disangkakan melanggar Pasal 82 ayat 1 huruf c, dan Pasal 83 ayat 1 huruf b dan atau pasal 84 ayat 1 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

“Ancaman pidananya penjara paling lama 5 tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp. 5 miliar,” pungkas Kapolres Mukomuko. (JR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here