DKPP RI Jatuhkan Sanksi Peringatan 3 Komisioner Bawaslu Rejang Lebong

0
230

BengkuluKito.Com, – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Republik Indonesia (DKPP RI), melalui putusan Nomor: 56-PKE-DKPP/V/2020 akhirnya menjatuhkan Sanksi Peringatan (SP) terhadap tiga orang Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Rejang Lebong.

Hal ini, lantaran terbukti melakukan pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilu, Rabu (8/7/2020).

Ketiga orang tersebut (teradu I, II, dan III), yakni Dodi Hendra Supiarso (Ketua Bawaslu RL), Novfry Iranas (Anggota), dan Yuli Maria (Anggota).

Adapun bunyi putusan tersebut, yakni:
1. Mengabulkan pengaduan para pengadu untuk sebagian;

2. Menjatuhkan Sanksi Peringatan kepada Teradu I Dodi Hendra Supiarso selaku Ketua merangkap Anggota Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Rejang Lebong.

Teradu II Novry Iranas dan Teradu III Yuli Maria, masing-masing selaku Anggota Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Kabupaten Rejang Lebong sejak dibacakannya putusan ini;

3. Memerintahkan Badan Pengawas Pemilu Provinsi Bengkulu untuk melaksanakan putusan ini paling lama 7 (tujuh) hari sejak dibacakan; dan

4. Memerintahkan Badan Pengawas Pemilu untuk mengawasi pelaksanaan putusan ini.

Pengaduan ini, sebelumnya diajukan oleh pengadu I, Syamsul Effendi dan pengadu II Hendra Wahyudiansyah (Bakal Calon Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Rejang Lebong).

Pokok pengaduan dan kesimpulan, bahwa para pengadu telah menyampaikan pengaduan tertulis kepada DKPP dengan pengaduan Nomor: 57-P/L-DKPP/V/2020 yang diregistrasi dengan Perkara Nomor: 56-PKE-DKPP/V/2020, yang disampaikan secara lisan dalam sidang DKPP dengan uraian sebagai berikut:

-Bahwa pada 23 Februari 2020 pengadu menyerahkan syarat dukungan untuk menjadi calon pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Rejang Lebong (RL) periode 2020-2025 di Komisi Pemilihan Umum (KPU) RL yang kemudian oleh KPU RL dilakukan verifikasi dukungan KTP yang diserahkan.

Setelah dilakukan verifikasi oleh KPU RL yang kemudian didistribusikan ke setiap TPS di daerah Kabupaten Rejang Lebong, Bawaslu RL melakukan pemanggilan/undangan klarifikasi kepada pengadu. Baik sebagai pasangan calon maupun tim, yang dalam prosesnya telah melanggar kode etik dan penyalahgunaan wewenang.

Sehubungan dengan kejadian tersebut di atas, agar DKPP dapat memeriksa dan memutus dugaan pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu.

– Bahwa, Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati (Syamsul Effendi dan Hendra Wahyudiansyah) Kabupaten Rejang Lebong belum ditetapkan menjadi Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten RL oleh KPU RL,

– Bahwa Bawaslu Kabupaten RL melakukan pelanggaran yang diamanahkan oleh UU No. 7 Tahun 2017, karena bertindak tidak Independen dan melakukan kinerja di luar yang dicantumkan dalam UU No. 7 Tahun 2017 serta diduga berpihak kepada salah satu Bakal Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten RL,

– Bahwa, Bawaslu Kabupaten RL belum berwewenang melakukan pemeriksaan terhadap Bakal Calon Pasangan Bupati dan Wakil Bupati (Syamsul Effendi dan Hendra Wahyudiansyah) Kabupaten RL,

– Bahwa, Bawaslu Kabupaten RL belum ada kewajiban untuk berwewenang melakukan pemeriksaan terhadap Bakal Calon Pasangan Bupati dan Wakil Bupati (Syamsul Effendi dan Hendra Wahyudiansyah) Kabupaten RL.

Menanggapi putusan tersebut, Ketua Komisioner Bawaslu Rejang Lebong, Dodi Hendra Supiarso menyampaikan, sanksi peringatan itu tidak terkait dengan proses penanganan yang dilakukan Bawaslu Rejang Lebong.

“Sp tersebut tidak terkait dengan proses penanganan pelanggaran yang dilakukan Bawaslu RL dan majelis menguatkan bahwa proses tersebut sudah sesuai dengan peraturan per undang-undangan dan SP dikenakan karena dianggap tidak menjawab surat somasi Kuasa Hukum dengan terperinci,” jelasnya, Kamis (9/7/2020).

Disisi lain, Tarmizi Gumay selaku Kuasa Hukum pengadu, menuturkan bahwa tuntutan pihaknya tersebut dikabulkan tidak semuanya, hanya sebagian.

“Terbukti Bawaslu Kabupaten Rejang Lebong melanggar kode etik. Diberi sanksi peringatan kepada ketiga orang itu. Itu keputusannya,” terang dia.

“Berarti hal itu kan terbukti, laporan saya memang dia melanggar kode etik. Hal ini akan saya kaji dan saya laporkan pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan kepada aparat penegak hukum,” tandasnya. (JR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here