Semidang Lagan, Desa Bebas COVID-19 di Bengkulu

0
67

BengkuluKito.Com, – Desa Semidang Lagan di Kabupaten Bengkulu Tengah yang berpenduduk 1.667 kepala keluarga dengan jumlah jiwa mencapai 5.410 orang, dikukuhkan sebagai wilayah desa bebas COVID-19.

Lokasi Desa Semidang Lagan di Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu.
Salah seorang warga saat menerapkan protokol kesehatan, mencuci tangan di depan rumah. 

Tercatat, sejak pandemi korona melanda, tidak ada satupun warga desa yang yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), maupun terkonfirmasi positif COVID-19.

Penerapan protokol kesehatan yang ketat, menjadi kunci pencegahan masuknya virus korona ke desa ini.

Bupati Bengkulu Tengah Fery Ramli bersama Korem 041 Garuda Emas Bengkulu, Brigjen TNI Yanuar Adil, saat mengunjungi Desa Semidang Lagan.

Warga yang mayoritas bekerja di perkebunan desa, disiplin mentaati anjuran pemerintah. Tampak di setiap rumah warga, tersedia tempat mencuci tangan.

Fasilitas ini sepenuhnya disediakan oleh warga desa secara mandiri. Mereka sadar, pandemi COVID-19 harus ditangkal dari hal-hal terkecil, seperti mencuci tangan.

“Kalau kami disini, masuk maupun keluar rumah harus cuci tangan,” tutur Rihayati (36) salah seorang warga Desa Semidang Lagan, Selasa (7/7/2020).

Ia pun menceritakan, kecemasan warga desa saat mengetahui wabah korona sudah sampai di Bengkulu.

Kesadaran akan bahaya penyakit yang belum ditemukan vaksinnya itu, membuat seluruh warga kompak menerapkan anjuran pemerintah.

“Kami diberitahu agar terhindar dari korona, mulai disiplin kesehatan. Wajib pakai masker kalau keluar rumah, juga tidak berkerumun. Sekarang Alhamdulillah, belum ada yang sakit di desa kami,” sampai ibu rumah tangga itu.

Keberhasilan warga Desa Semidang Lagan mempertahankan wilayah zona hijau ini, mendapat apresiasi Korem 041 Garuda Emas Bengkulu dan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah.

Korem 041 Garuda Emas Bengkulu, Brigjen TNI Yanuar Adil.

Desa ini pun dikukuhkan sebagai desa percontohan di Bengkulu, sebagai desa tangguh dalam menghadapi pandemi korona.

“Desa ini saya resmikan sebagai desa bebas korona. Hal ini memacu desa-desa lain untuk menjadikan desanya sebagai wilayah bebas COVID-19, dengan mencontoh desa ini,” terang Danrem 041 Garuda Emas Bengkulu, Brigjen TNI Yanuar Adil.

Selain itu, menurut Yanuar, ada beberapa indikator desa dikategorikan sebagai wilayah bebas korona.

Diantaranya, disiplin menerapkan protokol kesehatan, juga warganya memiliki pengetahuan mengenai penyebaran virus korona.

“Indikatornya, masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan. Keluar rumah maupun desa selalu menggunakan masker dan menjaga jarak. Lalu di depan rumah tersedia tempat mencuci tangan, serta masyarakat memiliki pengetahuan tentang penyebaran COVID-19, walaupaun terbatas,” jelas Yanuar.

Dengan status desa bebas korona ini, warga diminta terus menerapkan protokol kesehatan COVID-19 sehingga penyebaran virus korona dapat diputus. (CW1)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here