Mantan Ketua REI Bengkulu Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Lahan Pemkot

0
114

BengkuluKito.Com, – Mantan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Bengkulu, Taman, diperiksa Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu, Senin pagi (6/7/2020).

Mantan Ketua DPD REI Bengkulu, Taman, saat memberi keterangan usai diperiksa penyidik.

Pemeriksaan tersebut terkait pengusutan dugaan korupsi penjualan 8,6 hektar lahan di Kelurahan Bentiring, Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu, yang merupakan aset Pemkot Bengkulu.

Usai diperiksa selama tiga jam, Taman mengatakan, dirinya juga merasa menjadi korban setelah membeli lahan di Perumnas Korpri dari Dewi Astuti Direktur PT Tiga Putera pada tahun 2015 lalu sebesar Rp. 5,4 miliar.

“Tapi jelas kami merasa korban, karena saat pembelian dijelaskan tanah itu tidak bermasalah,” ungkap Taman saat keluar dari ruang pemeriksaan.

Selain itu, Taman menuturkan, PT Tiga Putera meyakinkan penjualan lahan tersebut tidak bermasalah dengan menunjukkan sejumlah dokumen.

“Terbit juga sertifikat atas nama PT Tiga Putera, juga keluar surat dari bagian aset Pemda Kota bahwasanya itu tidak masuk aset daerah,” ungkapnya.

“Kita lihat dulu seperti apa ini ya, semoga ada win-win solution persoalan ini,” jelas Taman.

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Bengkulu Oktalian mengatakan, pemeriksaan Taman sebagai saksi dilakukan untuk melengkapi berkas penyidikan.

Kasi Pidsus Kejari Bengkulu, Oktalian saat memberi keterangan terkait pemeriksaan mantan Ketua DPD REI Bengkulu, Taman.

“Saksi, saksi aja. Tambahan untuk penyempurnaan berkas,” singkat Oktalian.

Terhimpun, kasus ini mencuat dari laporan masyarakat ke Kejari Bengkulu tentang dugaan penjualan tanah hibah milik Pemkot Bengkulu.

Mulanya, sekitar tahun 1995 Pemkot Bengkulu menghibahkan tanah seluas 62,9 hektar di Kelurahan Bentiring untuk masyarakat.

Namun pada 2015, sekitar 8 hektar tanah hibah itu diduga dijual oleh oknum pejabat.

Selama tahap penyidikan, jaksa telah memeriksa beberapa pihak yang diduga mengetahui proses hibah lahan tersebut sebagai saksi.

Mereka diantaranya Camat Muara Bangkulu, Lurah Bentiring dan beberapa pihak lainnya.

Selain itu, penyidik juga telah melakukan penggeledahan di sejumlah tempat diantaranya, Kantor Walikota Bengkulu, Kantor Camat Muara Bangkahulu dan Kantor Kelurahan Bentiring. (CW1)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here