Di Jampidum, PT BSM Sebut Perkara Nurul Awaliyah Bukan Tipu Gelap

0
32

BengkuluKito.Com, – Bergulirnya perkara dugaan penipuan dan penggelapan dengan terdakwa Direktur PT Borneo Suktan Mining (BSM), Nurul Awaliyah, dibantah oleh pihak perusahaan yang diwakili Eka Nurdiyanti, Minggu (28/6/2020).

Pihak PT BSM menyebut, perkara tersebut sebelumnya sudah pernah digelar di Jampidum jaman Ali Mukartono, dan hasilnya perkara itu bukan tipu gelap karena uangnya milik Nurul Awaliyah.

“Jadi gini, bu Nurul ini kan ditersangkakan atas tipu gelap Rp. 2 miliar oleh saudara Dinmar Najamudin. Padahal di sini posisinya yang punya utang itu Dinmar Najamudin berdasarkan akta perdamaian,” sampainya.

Di sini, terang Eka, bu Nurul disangkakan dengan persangkaan palsu. Ibu Nurul Awaliyah dikonstruksikan melakukan penipuan dan penggelapan terkait penerimaan uang sebesar Rp. 2 miliar.

Padahal, kata dia, uang ini merupakan pengejawatan kesepakatan perdata yang tertuang dalam perjanjian perdamaian pada saat Dinmar Najamudin akan dinaikkan statusnya menjadi tersangka di laporan pihaknya pada tahun 2011 yang lalu.

“Jadi karena untuk perdamaian, mereka bersedia mengembalikan uang ibu Nurul sebesaar Rp. 17 miliar, baru dibayar Rp. 2 miliar,” ungkapnya.

Kemudian, lanjut Eka, dikisaran tahun 2015 mereka itu juga ada ambil beberapa miliar lagi dari ibu Nurul.

“Jadi perkara ini murni sebuah produk yang tidak pas kalau dibilang ibu Nurul tipu gelap, karena nyatanya uang ibu Nurul, dan ini sudah digelar di Jampidum pada saat waktu itu Jampidumnya pak Ali Mukartono,” ujarnya.

“Jadi itu sudah sempat digelar di Jampidum, dan sudah selesai. Perkara ini bukan perkara tipu gelap karena uangnya yang punya ibu Nurul,” tambah dia.

Eka menerangkan, jadi (sisa) Rp. 15 miliar itu merupakan tanggung jawab mereka sesudah pihaknya mencabut laporan di Mabes Polri.

“Mereka bayar Rp. 2 miliar ke kita, terus sisanya ada lagi lah, banyak lagi yang memang dia belum bayar dan itu tertuang dalam putusan Mahkamah Agung juga,” tandasnya. (JR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here