Terungkap, Warga yang Protes Soal BLT Punya Mobil dan Toke Sawit

0
117

BengkuluKito.Com, – Usai dilakukan verifikasi oleh perangkat desa, terungkap bahwa warga yang protes tidak masuk dalam penerima BLT DD berasal dari kalangan mampu yang memiliki mobil dan toke sawit.

Demikian disampaikan Kepala Desa (Kades) Talang Panjang Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma, Naidi Abran.

Kata Naidi, warga yang protes karena namanya tidak masuk dalam penerima BLT setelah diverifikasi pihak desa karena berasal dari kalangan mampu yang memiliki mobil, motor dan toke sawit.

“Mereka minta pembagian BLT ditunda karena nama mereka tidak masuk, lalu datang warga lain lalu mulai menyerang kami, akhirnya terjadi keributan,” ujar Naidi dihubungi via telepon, Sabtu (27/6/2020).

Naidi menyebut, warga yang protes sebagian besar keluarga mampu yang memiliki kendaraan roda empat bahkan ada yang punya dua kendaraan.

“Mereka protes itu rata-rata punya mobil, motor, ada juga toke sawit. Jadi wajar mereka tidak diberikan BLT,” ungkapnya.

Diketahui, saat pembagian BLT DD di Desa Talang Panjang tersebut terjadi kericuhan hingga baku hantam antara warga dan perangkat desa, lantaran adanya protes karena tidak dapat bantuan.

Akibat peristiwa itu, dua warga mengalami luka dan telah diobati serta ditanggung oleh pihak desa. Sedangkan warga yang protes telah berdamai dengan perangkat desa. Saat ini kondisi desa sudah kembali aman dan kondusif.

Terhimpun, Desa Talang Panjang memiliki 290 Kepala Keluarga. Rinciannya, 100 KK penerima BLT DD dan 114 KK merupakan penerima BST Dinsos, sisanya dinyatakan mampu atau warga yang berkecukupan termasuk PNS dan para perangkat desa.

Berdasarkan hasil rapat dengan camat dan Polsek, pihaknya akan mendata ulang termasuk terhadap 25 orang yang protes. (CW2)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here