Stunting di Bengkulu Utara Menurun

0
29

BengkuluKito.Com, – Masalah kekurangan gizi (stunting) di Bengkulu Utara menurun dibandingkan tahun lalu, Kamis (25/6/2020).

Hal ini disampaikan Wakil Bupati Bengkulu Utara Arie Septia Adinata, usai digelar acara ‘Rembuk Stunting Aksi Percepatan Penurunan Stunting Terintegrasi Kabupaten Bengkulu Utara Tahun 2020’, di ruang rapat Sekdakab Bengkulu Utara

Dikatakan Ari, pemerintah daerah masih terus bekerja keras mengatasi masalah kekurangan gizi.

Ia menyebut, kekurangan gizi dapat menyebabkan terjadinya berbagai masalah kesehatan, baik terhadap ibu maupun bayinya.

“Saya mengapresiasi upaya penurunan angka stunting di tahun 2019 diangka 10,9% dan di tahun 2020 menurun di angka 10,5%,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, semua ini adalah dukungan dari masyarakat, kepala Puskesmas, kepala desa, camat dan unsur terkait sehingga terjadi penurunan angka stunting di Kabupaten Bengkulu Utara.

“Ini harus kita pertahankan di tahun ini dan ke depanya,” ucap dia.

Selain itu, Kepala Dinas Kesehatan Bengkulu Utara Samsul Ma’arif menyampaikan, tahun ini Kabupaten Bengkulu Utara masih masuk dalam lokus stunting di Indonesia.

“Ada delapan aksi yang kita lakukan. Hari ini adalah aksi ketiga rembuk stunting, yang diawali dari pendataan dan inventarisasi data-data capaian yang angkanya sudah di bawah angka nasional,” sampainya.

“Di Provinsi Bengkulu kita mendapatkan peringkat kesatu penurunan angka stunting,” tandas Kadis Kesehatan BU. (JR/MC)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here