PT BSM: Ibu Nurul Ini Bukan Buronan!

0
56

BengkuluKito.Com, – Terkait ditahannya Direktur PT Borneo Suktan Mining (BSM), Nurul Awaliyah atas perkara dugaan penipuan dan penggelapan, pihak perusahaan Eka Nurdiyanti mengatakan bahwa pimpinannya tersebut bukan narapidana dan bukan juga buronan, Selasa (23/6/2020).

“Sedikit saya sampaikan, di sini sebenarnya kami dari pihak ibu Nurul Awaliyah bingung dan tidak tahu ada apa dikarenakan ibu Nurul ini bukan narapidana bukan buronan bukan juga tersangka yang kabur,” ucapnya.

Eka menerangkan, posisinya kemarin itu dia dan Nurul Awaliyah selesai menghadiri rapat dan undangan Propam Mabes Polri terkait laporan di situ dan juga undangan dari Kementerian Hukum dan HAM soal kepemilikan tambang milik Nurul Awaliyah.

“Kami kan (saat di lokasi) tidak ada kabur atau misalnya fikiran bahwa ibu Nurul akan ditangkap di Pasar Festival Kuningan itu, karena kami habis acara rapat itu dari jam 1 sampe jam 5,” kata Eka.

“Karena belum Sholat Ashar, ibu Nurul dan saya pergi ke Pasar Festival, habis Sholat Ashar baru mau mencari makan dan minum di Jeko. Tiba-tiba kita didatangin oleh orang-orang yang mengaku dari kejaksaan,” bebernya.

Saat didatangi, kata Eka, pihak kejaksaan tidak ada yang memakai pakaian dinas.

“Mereka nggak memakai pakaian dinas dan juga kita tanyakan surat-suratnya mereka tidak menunjukkan surat apapun. Hanya meminta ibu Nurul kooperatif, kita ke kejaksaan dulu katanya. Nanti dibicarakan di kejaksaan. Jadi benar-benar kita nggak ada fikiran yang aneh-aneh, tidak,” ungkapnya, menirukan percakapan dengan tim kejaksaan di Jakarta.

Terkait surat penangkapan atau surat penahanan? Eka menjawab, “Nggak ada. Jadi dari malam pas kita di kejaksaan itu saya sudah menanyakan dan tim lawyer juga sudah menanyakan kepada pihak kejaksaan apakah bu Nurul ini ditangkap? Nggak, nggak ada. Ada surat penangkapannya? Nggak ada,”

“Terus apakah beliau (Nurul Awaliyah) ini buronan atau DPO? Nggak ada. Jadi karena ibu Nurul ini memang orangnya baik dan kooperatif, jadi nggak apa-apa. Ya udah kita coba maunya apa sih. Jadi benar-benar nggak ada yang namanya surat penangkapan, surat pernyataan DPO juga nggak ada,” tambahnya.

“Kami anehnya kenapa tidak memakai seragam kejaksaan, tidak ada satu pun yang menggunakan pakaian seragam. Termasuk surat-surat juga kita dikasih lihat sekilas, habis itu langsung nanti aja dibahasnya. Ketika kita tanyakan surat penangkapan dan pernyataan DPO itu nanti aja dibahas di kejaksaan,” sampai Eka, menceritakan peristiwa di Jakarta. (JR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here