Jual Narkotika Asal PUT, Ayah Tiga Anak Ditangkap Polisi

0
53

BengkuluKito.Com, – Tim Sat Res Narkoba Polres Bengkulu, kembali berhasil menangkap pelaku penjual narkotika jenis Shabu dan Ganja asal Padang Ulak Tanding (PUT), berinisial LM (35), warga Talang Empat Kabupaten Bengkulu Tengah, yang berstatus ayah dari tiga orang anak, Rabu (17/6/2020).

Pelaku LM (35).
Barang Bukti (BB) yang berhasil diamankan Sat Res Narkoba Polres Bengkulu.

Penangkapan pelaku dilakukan di salah satu hotel di kawasan Pantai Panjang Kota Bengkulu, sekitar pukul 8 malam, dengan barang bukti berupa 9 paket narkotika jenis shabu dan 2 paket ganja. Satu paket berisi biji dari tanaman ganja tersebut.

Selain itu, pihak Polres Bengkulu juga mengamankan satu unit sepeda motor jenis Honda Beat, satu timbangan digital yang diduga digunakan untuk memaketkan narkoba tersebut, dan satu unit handphone.

“Penangkapan kami lakukan pada Senin 15 Juni pukul 8 malam. Pelaku yang kami amankan satu, berinisial LM (35) pekerjaan swasta, Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Hotel Marina, Jalan Pariwisata Pantai Panjang Kota Bengkulu,” jelas Kasat Res Narkoba Polres Bengkulu, Iptu Sampson Sosa Hutapea.

Untuk pelaku, kata Sampson, dikenakan Pasal 114 dan Pasal 111 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Yang bersangkutan bukan residivis. Berdasarkan penyelidikan beberapa hari sebelumnya di TKP, ada indikasi dilakukannya transaksi narkoba. Jadi tim melakukan pendalaman juga penyelidikan, memang saat kejadian ada yang dicurigai lalu dilakukan penangkapan,” terangnya.

Dia menuturkan, asal barang menurut pengakuan pelaku diambil dari wilayah Padang Ulak Tanding (PUT), Kabupaten Rejang Lebong.

“Pengakuan pelaku sudah dua bulan ini dia melakukan jual beli atau transaksi narkoba. (Biji) kalau pengakuan pelaku dia gunakan sendiri. Kalau sabu, indikasinya untuk diperjualbelikan,” ungkapnya.

Menurutnya, pelaku mengambil bahan ini sudah dua kali ke wilayah PUT. Sasaran penjualan narkotika beragam, tidak mengenal batas usia atau pekerjaan.

Kalau dilihat dari BB yang diamankan ini, sambung Sampson, mungkin seharga Rp. 300 ribu sampai Rp. 600 ribu.

Sebelum tertangkap, pengakuan pelaku sudah 3 kali transaksi karena dia mengambil barang seminggu sebelum kejadian.

“Kalau dia ngambil barang di PUT itu dalam bentuk paket sedang, sampai di Bengkulu dipecah lagi. Makanya ada timbangan. Dari penyelidikan kami, mungkin ada pelaku lainnya, tapi itu belum kita pastikan karena masih dalam penyelidikan,” sampainya.

Selain itu, Pelaku LM mengaku jika barang tersebut dijual kepada orang-orang yang memesan dengan dirinya.

“Tergantung ada pesanan, ada yang minta nelpon diantar,” kata dia.

LM menuturkan, alasan dirinya menjual narkotika tersebut karena alasan ekonomi.

“Ya karena keadaan sekarang lagi sulit ekonomi, nggak ada kerjaan, nganggur. Hasilnya untuk mencukupi kehidupan sehari-hari. Sudah beristri, anak 3. Pekerjaan sebelumnya nyadap karet,” tandasnya. (CW1)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here