DPRD Provinsi Nilai Pemprov Kurang Serius Tangani COVID-19 di Bengkulu

0
86

BengkuluKito.Com, – Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu menilai Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu kurang serius menangani wabah COVID-19 di Bengkulu, lantaran selama ini pemeriksaan Swab menggunakan alat milik BPOM.

Dikatakan Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Edison Simbolon, sudah sewajarnya provinsi memiliki alat PCR sendiri agar penanganan COVID-19 tidak terputus. Apa lagi saat ini kasus COVID-19 terus meningkat.

“Yang kita khawatirkan alat PCR yang kita pakai sekarang diambil pihak BPOM dan UNIB, mengingat perkuliahan akan kembali dibuka,” ujarnya, Selasa (16/6/2020).

Edison mengungkapkan, selama ini pihak RSMY melakukan pemeriksaan swab menggunakan alat pinjaman yang memanfaatkan ruangan laboratorium di rumah sakit.

Sedangkan sebelumnya, uji swab dilakukan ke provinsi tetangga, Padang dan Palembang.

“Sudah waktunya Pemprov harus memiliki alat PCR ini, apa lagi kasus COVID-19 ini belum bisa diprediksi kapan akan berakhir. Masa kita kalah dengan kabupaten,” ungkapnya.

Dirinya menyayangkan pihak pemerintah provinsi kurang serius menangani COVID-19, ini terlihat dari anggaran yang relatif kecil dibanding provinsi lain, yang cuma Rp. 30,5 miliar, sedangkan provinsi lain menganggarkan mencapai ratusan miliar.

“Bagaimana warga akan tertangani dengan baik dari segi penganggaran saja kita minim,” ucap Edison.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni mengatakan gugus tugas telah bekerja maksimal menangani pencegahan COVID-19, memang untuk saat ini alat PCR masih menggunakan alat milik BPOM.

“Alat PCR telah dianggarkan dan akan diusulkan oleh RSMY kisaran 5 miliar rupiah, lengkap dengan kelengkapan laboratoriumnya,” ujar Herwan. (CW2)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here